Jakarta, TopBusiness – PT BPR Baturaja (Perseroda) merupakan Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan. Sebagai bank milik pemerintah, tentu BPR Baturaja berkomitmen menjadi bank terbesar dan terbaik di Kabupaten OKU. Dengan proporsi usaha 80% laba dan 20% layanan publik, BPR Baturaja mampu menghadirkan kinerja apik dalam kontribusinya menambah Pendapatan Asli Daerah bagi Kabupaten OKU.
“Pada tahun ketiga dan keempat yaitu pada tahun 2020 dan 2021 BPR Baturaja telah memberikan deviden kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu sebagaimana tertuang dalam APBD Kabupaten Komering Ulu tahun 2020 dan 2021,” ujar Januar Hertanto selaku Direktur Utama PT BPR Baturaja dalam sesi penjurian TOP BUMD Awards 2022 secara online oleh Majalah TopBusiness, Jumat (18/2/2022).
Selain itu, BPR Baturaja juga berkontribusi dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur melalui pemberian fasilitas kredit kepada pengusaha pengadaan infrastruktur di Kabupaten OKU. Ya, hadirnya BPR Baturaja diharapkan mampu memberi efek domino bagi perkembangan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten OKU.
Keberhasilan BPR Baturaja tak lepas dari upaya terobosan dan inovasi yang telah dijalanjakan selama ini. Misal saja di bidang pemasaran, BPR Baturaja menjadi satu-satunya BPR di Sumutera Selatan yang memiliki program undian kredit berhadiah. Di bidang Human Capital, BPR Baturaja membentuk pegawai yang handal dan profesional dengan menjalankan program diklat internal maupun eksternal yang berkesinambungan dan kegiatan studi banding ke lembaga keuangan perbankan.
“Program perekrutan pegawai dengan status pegawai magang, kontrak hingga tetap dilakukan melalui penerapan reward dan punishment yang konsisten,” terang Januar Hertanto.
Keberhasilan BPR Baturaja juga didukung dengan penerapan teknologi informasi, seperti penggunaan aplikasi Loan Operating System di bagian bisnis, Core Banking System dibagian operasional, Virtual Account untruk transaksi keuangan dan digital marketing untuk kegiatan promosi brand dan produk.
“Begitupun di masa pandemi, sejumlah strategi kami jalankan seperti menggunakan jaringan freelance marketing untuk membantu efektifitas pemasaran dan membuat program-program promosi penjualan produk yang menarik,” kata Januar.
