Jakarta-Thebusinessnews. Konsultan properti Jones Long Salle (JLL) bahwa industri properti pada tahun 2016 akan tumbuh 10 persen hingga 20 persen. Pertumbuhan ini akan dialami seluruh sektor pada industri properti.
Pertumbuhan tersebut atas kontribusi penjualan sektor perumahan tapak, strata title dan penyewaan ruang perkantoran, dan juga pada penyewaan pada sektor ritel pada pusat perbelanjaan kelas menegah dan papan atas.
Regional Director JLL, Vivin Harjanto menjelaskan bahwa sektor kondominium mewah mengalami agak sedikit pelemahan, dikarenakan status kepemilikan asing tetap tidak berubah dalam regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.” Semantara itu kondominium kelas menegah mengalami lonjakan yang cukup segnifikan, hal tersebut disebabkan karena meningkatnya kelas ekonomi dan peningkatan penghasil masyarakat lebih baik. “ ujar dia di Jakarta, Rabu (20/1/16)
Vivin melanjutkan bahwa minat para investor dalam penyewaan perkantoran di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) serta lokasi lainnya sangat besar.” Apakah itu investor yang bergerak pada bisnis logistik, manufaktur serta sector-sektor lainya, para investor tersebut sebagian besar dari Jepang, China.”ujar dia
Walaupun demikian, Vivin memberikan peringatan pula agar para pelaku industri properti harus tetap dengan kewaspadaan dengan asumsi karena pelemahan ekonomi global dunia dan juga penurunan perekonomian Tiongkok . Sebab hal itu berdampak secara fundamental pula pada perekonomian Indonesia. (al )