Jakarta-Thebusinessnews. Sepanjang tahun 2015,PT BNI Tbk (BBNI ) mengalami penurunan kinerja khususnya pada laba bersih turun 15,9 persen. Pada tahun 2014 laba bersiha sebesar Rp 10,8 triliun sedangkan tahun 2015 sebesar Rp 9,1 triliun.
Direktur Utama BBNI, Ahmad Baiquni menyatakan hal itu disebabkan langkah manajemen dalam pengelolaan risiko,pada tahun 2015 pencadangan kredit BNI naik 101,4 persen atau Rp 7,3 triliun.”Kebijakan tersebut berdampak pada pencapaian laba bersih menjadi Rp 9,1 triliun turun 15,9 persen dibandingkan 2014 sebesar Rp 10,8 triliun.” Ujar dia di Jakarta,Senin(25/1/2016).
Ia menambahkan, penurunan laba itu sudah semakin kecil dibanding semester I 2015 sebesar 50 persen dan ada akhir tahun 2015 menjadi 15,9 persen. Hal itu disebabkan peningkatan ratio kredit bermasalah di sebesar 3 persen gross dan sekarang turun menjadi 2,7 persen.
“Karena besarnya NPL itu kami melakukan pencadangan kredit. Itu bagian mitigasi risiko. Tapi kalau tidak kita lakukan pencadangan maka laba bersih tumbuh 12 persen. ” terang dia.
Sementara itu total pendapatan bunga pada tahun 2015 tumbuh 12,3 persen menjadi Rp 25,6 triliun dibandingkan tahun 2014 Rp 22,8 triliun . Sementara fee based meningkat dari Rp 6,9 persen menjadi Rp 7,3 triliun . Pendapatan itu berasal pembayaran ATM tumbuh 45,5 persen ,trade finance 44, 4 persen dan banca assurance tumbuh 37,7 persen. (Az)