Jakarta, TopBusiness – PT BPD Kaltim Kaltara atau Bank Kaltimtara akan melakukan spin off atau pelepasan unit usaha syariah (UUS) menjadi bank umum syariah (BUS).
“Terkait spin off ini, nanti akan dibahas dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) Bank Kaltimtara pada 29 Maret mendatang,” ujar Kenda Satya, Pjs Pemimpin Departemen Hubungan Korporasi Bank Kaltimtara dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2022 di Jakarta, Senin (21/3/2022).
BUS itu nantinya akan mendapat setoran modal penuh dari Bank Kaltimtara, sebesar minimal Rp 1 triliun. “Setelah spin off nanti, kami tidak perlu waktu lama untuk bisa mendapatkan setoran modal tambahan. Kami akan kolaborasi dengan BPD Kalsel dan BPD Kalbar yang juga memiliki unit usaha syariah, nanti akan bergabung dengan kami,” tuturnya.
Kenda belum bisa memastikan komposisi masing-masing para pemegang saham BUS karena itu akan dibahas dalam RUPS pekan depan. Tapi, kata dia, karena BUS ini dari Bank Kaltimtara maka pemegang saham terbesarnya adalah Bank Kaltimtara. “Kantor pusatnya juga nanti akan berada di Samarinda,” ucap dia.
Dia mengakui, operasional BUS akan berbeda dengan bank konvensional yang dljalankan oleh Bank Kaltimtara. Sebab itu, pihaknya sudah menyiapkan tenaga-tenaga profesional yang sudah bersertifikasi syariah untuk menduduki posisi-posisi strategis di BUS tersebut.
“Saat ini yang sudah berjalan (Unit Usaha Syariah Bank Kaltimtara) rata-rata yang ada di eselon 3 dan 4 sudah bersertifikasi syariah,” ujar Kenda.
