TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sambut KA Cepat, BPPT Rekomendasi Rel Lebih Lebar

Nurdian Akhmad
26 January 2016 | 08:44
rubrik: Business Info

20160125-KeretaApiCepateJakarta,  businessnews.id – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)   siap  ditunjuk oleh pemerintah  untuk melaksanakan pengujian rancang bangun kereta api cepat, dalam rangka  pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di Jawa Barat yang  baru-baru ini diresmikann Presiden  Joko Widodo.

Plt. Kepala Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS), BPPT  Barman Tambunan menyebut pentingnya uji rancang bangun dan performa dari seluruh aspek kereta api cepat tersebut. Kami siap jika ditunjuk untuk melaksanakan pengujian rancang bangun kereta api cepat. Kami punya fasilitas uji yang lengkap untuk tes kelayakan kereta api cepat. Namun hingga kini kami belum dilibatkan,” ungkap Barman kala ditemui di fasilitas uji B2TKS BPPT, Puspiptek, Tangsel (25/01).

BPPT, lanjut Barman merekomendasi untuk kereta cepat nantinya tentu membutuhkan rel yang lebih lebar. Hal ini penting karena kereta yang melaju dengan kecepatan mencapai 350 km/jam butuh lintasan yang lebih lebar agar lebih stabil. Dirinya juga berharap kedepan manufaktur komponen dan pengujian  kereta cepat juga dapat dilaksanakan di Indonesia.  “Kita ingin  membangun teknologi yang proven untuk industri dalam negeri. Bahkan meningkatkan penggunaan bahan baku lokal,” ujarnya.

Barman juga meyakini apabila industri lokal melihat demand komponen kereta api bermunculan, tentu industri mau berinvestasi. Selain iu dia juga melihat pentingnya pihak terkait untuk menciptakan standar nasional Indonesia atau minimal ada uji kelayakan untuk kereta api manapun yang digunakan di Indonesia. “Kami siap jika ditunjuk untuk menjadi pihak yang menguji kelayakan kereta api,” pungkasnya.

Sebagai informasi sebelumnya BPPT melalui B2TKS juga telah terlibat dalam uji rancang bangun pembuatan kereta api yang akan di ekspor oleh PT INKA (Industri Nasional Kereta Api) ke Negara Bangladesh.  Chief Engineer Program Uji Struktur Kereta dan Komponen B2TKS BPPT, Anwar menyebut telah menyelesaikan uji rancang bangun untuk rangkaian kereta api yang akan diekspor PT INKA tersebut. “Satu rangkaian ada 6 gerbong kereta yang terdiri dari kereta penumpang ac, non ac, kereta barang, bagasi, dan lainnya. Itu semua telah kami uji selama dua bulan. Alhamdulillah hasil uji nya layak,” kata Anwar.  BPPT lah satu-satunya lembaga yang memiliki fasilitas uji kereta api ini. “Fasilitas kami ini paling lengkap bahkan di tingkat Asia Tenggara,” tukasnya. (red)

BACA JUGA:   PLN Siapkan SPBU Mobil Listrik Ultra Cepat di KTT G20 2022

 

 

Tags: Barman TambunanBPPT
Previous Post

Bank Mandiri Catat 67 Juta Transaksi Berbasis kartu

Next Post

Panin Asset Management Incar Dana Kelolaan Rp 16 Triliun Tahu ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR