Jakarta, Top Business—Selama perdagangan saham di bulan Februari 2022, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) kembali melanjutkan kenaikan sebesar 3.87% ke level 6.888,17. Penguatan didukung oleh aliran dana asing yang membanjiri bursa saham domestik dan tercatat sebesar US$ 1,96 miliar selama bulan Februari lalu.
“Sementara itu, dalam menghadapi gelombang ketiga Covid-19, tingkat okupansi rumah sakit di seluruh Indonesia masih dalam keadaan terkendali. Vaksinasi terus dilakukan oleh pemerintah untuk mengejar herd immunity dan mengubah situasi pandemi menjadi endemi,” kata Wealth Management Head Bank OCBC NISP, Juky Mariska, dalam analisis yang diterima tadi pagi oleh Majalah Top Business.
Namun demikian, sentimen negatif konflik Rusia-Ukraina dapat menghambat proses pemulihan ekonomi dan dapat berdampak terhadap bursa saham secara global termasuk Indonesia.
Secara fundamental, pergerakan aset berisiko juga didukung oleh naiknya optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi. Sektor infrastruktur membukukan kenaikan tertinggi sebesar 8,81% selama bulan Februari, seiring dengan rencana pemerintah untuk menormalisasi anggaran Covid-19 ke sektor infrastruktur.
Kemudian disusul oleh sektor konsumsi yang berhasil membukukan kenaikan sebesar 6.17%.
“Dengan estimasi pertumbuhan laba perusahaan di kisaran level 15%, maka kami melihat bahwa IHSG dapat melanjutkan momentum pada rentang 7.200 hingga 7.500 di tahun 2022,” kata dia.
