TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Berpotensi Terkoreksi

Agus Haryanto
18 April 2022 | 05:32
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (18/04/2022), berpotensi terkoreksi.

Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel melalui laporan penelitian harian, di Jakarta, mengambil judul Terdorong Sentimen Global dan Regional, IHSG Berpotensi Terkoreksi.

Pada penutupan Kamis lalu (14/4), pasar AS bergerak melemah. Dow Jones melemah 0,33%, S&P 500 1,21%, dan Nasdaq 2,14%. Perhatian pasar AS pada minggu ini akan tertuju pada pidato powell di pertemuan IMF, rilis laporan keuangan beberapa perusahaan consumer seperti JNJ US, dan PG US, serta rilis data seputar pasar perumahan.

Pasar komoditas terpantau bergerak mayoritas melemah pada Kamis (14/4) kemarin. Minyak WTI menguat 2,26% ke level USD 106,51/bbl, sedangkan Brent melemah 0,09% ke level USD 111,23/bbl. Harga batubara melemah 0,93% ke level USD 309,1/ton, sedangkan nikel menguat 1,4% ke level USD 33.442, dan CPO flat di level MYR 6.820. Sedangkan harga emas terpantau flat di level USD 1.975/toz.

Bursa Asia bergerak melemah pada Jumat (15/4) kemarin. Kospi melemah 0,76%, Nikkei 0,29%, Hang Seng closed, dan Shanghai 0,45%.

IHSG ditutup melemah 0,38% pada perdagangan Kamis lalu (14/4) ke level 7.235, dengan net buy sebesar Rp 80,1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 492 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell Rp 411,9 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan TLKM (Rp 256,3 miliar), INCO (Rp 103,2 miliar), dan ADMR (Rp 84,2 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 193,7 miliar), BMRI (Rp 45,9 miliar), dan BUMI (Rp 36,8 miliar). Top leading movers adalah GOTO, INCO, dan UNTR, sedangkan BBRI, BBCA, dan ASII menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   IHSG Berpotensi Melemah

Terjadi penambahan 607 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (17/4) namun dengan jumlah kasus sembuh yang meningkat lebih besar 2.782. Daily positive sebesar 0,9% dan overall positive rate sebesar 9,8% (recovery rate: 96,5%; kasus aktif: 58.278).

Pagi ini Kospi dibuka melemah 0,25% dan Nikkei 1,39%. “Kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan penurunan pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.

Previous Post

Gelar Mudik Sehat Bersama BUMN 2022, BTN Berangkatkan 600 Pemudik Gratis

Next Post

Hutama Karya Pastikan Jalan Tol Trans Sumatera Siap Layani Pemudik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR