Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini diperkirakan bergerak sideways.
Di laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways.
Bursa AS semalam ditutup bervariasi. Nasdaq -1,2%, DJIA +0,7%, dan S&P500 flat -0,06%, seiring dengan rilisnya laporan keuangan sejumlah emiten dengan beragam, seperti Tesla yang mencatatkan kinerja di atas ekspektasi dan Netflix yang mencatatkan kinerja yang kurang baik.
Pelaku pasar juga akan menantikan rilis laporan keuangan beberapa emiten lainnya di hari ini seperti Snap dan American Airlines, serta juga menantikan rilis data jobless claim nanti malam.
Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi, nikel -0,7% menjadi USD 33.565/ton, emas -0,2% menjadi USD 1.956/ toz, CPO -0,6% ke level RM 6.600/ton, sedangkan batu bara naik 2,9% ke level USD 336/ton, dan minyak 0,2% ke level USD 102,8/bbl
Bursa Asia kemarin ditutup bervariasi. Hang Seng -0,4%, Shanghai -1,3%, sedangkan Nikkei +0,9%, Kospi +0,0%.
Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,4% ke level 7.227, dengan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 1,04 triliun dan net sell di pasar negosiasi sebesar Rp 204,9 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 747,8 miliar), BBNI (Rp 213,1 miliar), dan ADMR (Rp 63,7 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh BBCA (Rp 66,6 miliar), TLKM (Rp 57,4 miliar), dan EXCL (Rp 41,6 miliar). Top leading movers adalah BBRI, BMRI, BBNI dan top lagging movers adalah GOTO, TLKM, UNTR.
Terjadi penambahan 741 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 0,6% (recovery rate: 96,7%, kasus aktif: 45.091)
Pagi ini pasar regional dibuka menguat, Nikkei +0,3% dan Kospi +0,4%. “Dengan sentimen bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak sideways,” demikian tertulis.
