Jakarta, TopBusiness—Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna, mengatakan bahwa pada saat ini, BUMD (badan usaha milik daerah) air minum, menghadapi sejumlah tantangan.
“Satu di antara itu, adalah terkait air baku,” kata Herry saat menjadi key note speaker di acara puncak Top BUMD Awards 2022 yang digelar Majalah TopBusiness di Jakarta (20/4/2022).
Herry mengucapkan bahwa dalam hal air baku itu, persediaan yang ada tidak paralel dengan pertambahan penduduk.
Adapun tantangan lain bagi BUMD air bersih adalah tarif air untuk pelanggan, yang sering belum memadai.
“Tantangan lainnya adalah kebutuhan besar untuk pendanaan,” kata Herry.
Dalam hal pendanaan infrastruktur air minum tersebut, ada kesenjangan pendanaan antara kebutuhan dengan dana pemerintah pusat atau juga daerah. “Walhasil, kami mendorong pendanaan alternatif dengan skema KPBU (kerjasama pemerintah dan badan usaha),” kata Herry.
Pada prinsipnya, Kementerian PUPR mendukung RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) untuk pengadaan air bersih. “Bentuknya, antara lain dalam pengadaan SPAM,” ucap Herry.
