Jakarta, TopBusiness—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) proaktif mendukung industri kecil dan menengah (IKM) di tanah air untuk ambil bagian dalam program peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Hal ini salah satunya melalui pelaksanaan business matching antara industri dengan pemerintah, termasuk IKM yang sudah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian RI, Agus G. Kartasasmita, di Jakarta pagi ini secara tertulis.
Sementara, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menjelaskan bahwa dengan berlanjutnya penyelenggaraan business matching, nilai komitmennya bertambah hingga mencapai Rp220,80 triliun per 25 April 2022, seperti yang ditunjukkan dashboard.kemenperin.go.id/bisma.
Nilai komitmen tersebut terdiri atas 34.123 paket produk dalam negeri dan melibatkan 6.579 perusahaan produsen produk dalam negeri.
“Business matching ini ditargetkan akan selesai pada 31 Mei 2022, dengan total komitmen Rp500 triliun,” kata Reni.
