Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (27/04/2022), berpotensi melemah.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan tema IHSG Berpotensi Melemah.
Pasar saham AS pada perdagangan kemarin ditutup lebih rendah dengan Index Dow Jones turun 2,38%, diikuti S&P 500 2,81%, dan Nasdaq 3,95%. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh rilis laporan keuangan emiten yang lebih rendah dari estimasi dan kekhawatiran terjadinya perlambatan ekonomi.
Pasar komoditas mayoritas bergerak positif. Nikel naik 1,3% ke USD 33.079/ton, harga minyak naik 3,21% ke level USD 101,7/bbl, emas 0,43% ke level USD 1.904/toz, CPO menguat 2,97% ke level MYR 6.800/ton dan harga batubara turun 5,87% ke level USD 318,15/ton.
Kemarin, bursa Asia ditutup mixed dengan index Nikkei dan Hang Seng ditutup masing-masing naik 0,41% dan 0,33%, sedangkan Shanghai turun 1,44%. IHSG ditutup menguat 0,22% ke level 7.232.2. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 1,13 triliun di pasar reguler, dan net buy Rp 18,29 triliun di pasar negosiasi. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 519,2 miliar), BBRI (Rp 364 miliar), dan BBNI (Rp 142,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak ADRO (Rp 90,3 miliar), INCO (Rp 76,1 miliar), dan ADMR (Rp 62 miliar). Top leading movers emiten BBRI, BBCA, TLKM, sementara top lagging movers emiten GOTO, MDKA, INCO.
Terjadi penambahan 576 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa dengan positive rate sebesar 0,6% (recovery rate: 97,3%, kasus aktif: 9.739).
Pagi ini pasar Asia dibuka merah dengan Nikkei dibuka -2,14% dan Kospi 1,71%. “Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah seiring dengan pergerakan negatif bursa global dan regional,” demikian tertulis.
