Jakarta, TopBusiness—Bank Ina Perdana berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV), dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada para pemegang saham. Di situ, saham baru nantinya maksimal 2 miliar lembar saham dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, setelah PUT IV.
Dalam keterbukaan informasi siang tadi untuk otoritas Bursa Efek Indonesia, direksi Bank Ina Perdana menjelaskan bahwa harga per lembar saham baru tersebut, di Rp100 per lembar. PUT IV tersebut direncanakan dimintakan persetujuan dari pemegang saham, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada tanggal 03 Juni 2022.
Dijelaskan, Bank Ina Perdana akan mengajukan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera setelah rencana PUT IV tersebut disetujui oleh para pemegang saham. Dengan ketentuan bahwa jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran, tidak lebih dari 12 bulan, sesuai peraturan.
Direksi bank tersebut pun menjelaskan bahwa dana yang diperoleh dari hasil PUT IV, setelah dikurangi biaya-biaya terkait PUT IV, akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja pengembangan usaha.
Dengan dilakukannya PUT IV ini, bank tersebut akan mendapatkan tambahan modal disetor yang akan digunakan untuk modal kerja, sehingga dapat mengembangkan kegiatan usaha dan akan berdampak positif terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha.
“Pemegang saham biasa yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PUT IV, akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya (dilusi)”, demikian dijelaskan dalam keterbukaan informasi tersebut.
