Jakarta, TopBusiness—Bertujuan melayani konsumen dalam negeri dan potensi konsumen regional, Chevron Corporation melalui anak usahanya Chevron New Ventures dan Pertamina, berencana untuk mempertimbangkan teknologi panas bumi baru (novel geothermal).
Dalam keterangan secara tertulis dari Pertamina kemarin malam, dijelaskan bahwa dua perusahaan itu juga akan mengadakan penyeimbangan karbon (carbon offsets) melalui solusi berbasis alam; penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization, dan storage/CCUS); serta pengembangan, produksi, penyimpanan, dan transportasi hidrogen dengan rendah karbon (lower carbon hydrogen).
Kolaborasi itu setelah Chevron New Ventures dan Pertamina mengumumkan kerja sama untuk menjajaki potensi peluang bisnis rendah karbon di Indonesia. Penandatanganan itu berlangsung di Washington, Amerika Serikat.
“Kami sangat antusias dalam membangun sejarah Chevron hingga hampir 100 tahun di Indonesia. MoU ini menunjukkan komitmen Chevron dan Pertamina untuk terus mengidentifikasi peluang rendah karbon melalui kolaborasi dan kemitraan antara Chevron, perusahaan energi nasional, dan pemerintah, yang masing-masing memiliki kepentingan bersama dalam mendorong transisi energi nasional,” ungkap Jeff Gustavson, Presiden Chevron New Energies.
“Melalui potensi kerja kami di Indonesia, dan seluruh kawasan Asia Pasifik, kami berharap dapat menyediakan energi yang terjangkau, andal, dan selalu bersih, serta membantu industri dan konsumen yang menggunakan produk kami untuk mencapai tujuan rendah karbon mereka.”
“Pertamina, sebagai BUMN energi terbesar di Indonesia, terus berkomitmen untuk mempercepat transisi energi sesuai dengan target pemerintah. Kemitraan ini merupakan langkah strategis bagi Pertamina dan Chevron untuk saling melengkapi kekuatan masing-masing, serta mengembangkan proyek dan solusi energi rendah karbon untuk mendorong kemandirian dan ketahanan energi dalam negeri,” ujar Nicke Widyawati, direktur utama Pertamina.
