Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (13/5/2022), berpotensi terdongkrak.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini.
Bursa saham AS hari Kamis k(12/5) ditutup variatif mayoritas melemah. Dow Jones -0,33%, diikuti S&P500 0,13%, dan Nasdaq +0,06%. Lonjakan inflasi masih menjadi ancaman untuk perekonomian, dimana AS terancam mengalami resesi pasca pandemi. The Fed tidak memungkiri akan menaikan suku bunga acuan dari 50 basis poin menjadi 75 – 100 basis poin di pertemuan mendatang. PPI AS sebesar 0,5% mom di bulan April dan data initial jobless claim naik sedikit sebesar 203 ribu, minggu sebelumnya sebesar 202 ribu.
Pasar komoditas bergerak mixed. Minyak WTI naik 1,0% ke level USD 107/bbl, batubara 2,97% di level USD 368/ton, nikel 0,4% ke level USD 27.999/ton, sementara timah -5,5% ke level USD 33,850/ton, dan emas 1,6% ke level USD 1.822/toz, serta CPO 1,5% ke MYR 6.698/ton.
Bursa Asia ditutup melemah pada perdagangan Kamis (12/5). Hang Seng 2,2%, Nikkei 1,8%, Kospi 1,6%, dan Shanghai 0,1%. IHSG ditutup melemah 3,2% ke level 6.600. Total keseluruhan net foreign sell sebesar Rp 722,5 miliar. Net sell asing di pasar regular Rp 706,5 miliar dan net sell di pasar negosiasi Rp 16 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 806,5 miliar), BBRI (Rp 149,6 miliar), dan BBNI (Rp 95,5 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ADRO (Rp 168,3 miliar), BMRI (Rp 113,5 miliar), dan ADMR (Rp 76 miliar).
Kasus Covid-19 di Indonesia ada penambahan 335 kasus baru kemarin, turun 16,3% dibandingkan hari sebelumnya dengan daily positive rate 0,2%. Recovery rate 97,3% dan kasus aktif turun 8,7% menjadi 4.867 pada hari yang sama.
Dari regional, pagi ini pasar Asia dibuka menguat, Nikkei +0,66% dan Kospi 0,78%. “IHSG berpotensi bergerak menguat hari ini, seiring pergerakan positif bursa regional,” demikian tertulis.
