Jakarta, TopBusiness—Optimisme investor terhadap prospek pemulihan ekonomi domestik dan iklim investasi yang terjaga, mendorong peningkatan aliran masuk neto investasi langsung, pada triwulan I 2022. Itu menjadi sebesar USD 4,5 miliar atau lebih besar dibandingkan dengan capaian pada triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar USD 3,8 miliar.
“Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi, seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan rencana percepatan normalisasi kebijakan moneter di negara maju, menyebabkan aliran keluar investasi portofolio, meskipun lebih kecil dibandingkan dengan triwulan IV 2021,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono, hari ini kepada wartawan secara tertulis.
Selain itu, transaksi investasi lainnya mencatat defisit yang lebih besar dari triwulan sebelumnya.
“Itu antara lain disebabkan oleh peningkatan piutang dagang dan penempatan ke aset valas sejalan dengan masih tingginya aktivitas ekspor.”
