Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (24/5/2022) ini, berpotensi kembali sideways.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul Wait and See BI7DRR, IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa saham AS hari Senin (23/5) ditutup menguat. Dow Jones +1,98%, S&P500 1,86%, dan Nasdaq 1,59% setelah Presiden Joe Biden mengatakan dia sedang mempertimbangkan pelonggaran tarif pada beberapa produk yang diimpor dari China yang berlaku selama pemerintahan sebelumnya. Investor juga menanti data new home sales AS bulan April pada Selasa ini dan beberapa perusahaan yang akan melaporkan hasil kinerja 1Q22.
Pasar komoditas bergerak mixed. Minyak WTI melemah 2,7% ke level USD 110/bbl, batubara 1,9% di level USD 413/ton, sementara CPO menguat 2,4% ke MYR 6.268/ton, gandum 1,8% ke level USD 1.190/ton dan emas 0,6% ke level USD 1.859/toz.
Bursa Asia ditutup variatif mayoritas menguat pada perdagangan Senin (23/5). Nikkei +0,98%, Kospi 0,31%, Shanghai flat +0,01%, sementara Shanghai melemah 1,2%. IHSG juga ditutup melemah 1,11% ke level 6.841. Total keseluruhan net foreign buy sebesar Rp 155,2 miliar. Net buy asing di pasar regular Rp 91 miliar dan net buy di pasar negosiasi Rp 64,2 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak PTBA (Rp 114,2 miliar), BBRI (Rp 101,6 miliar), dan ANTM (Rp 68,4 miliar).
Kasus Covid-19 di Indonesia ada penambahan 174 kasus baru kemarin, turun 23,3% dibandingkan hari sebelumnya dengan daily positive rate 0,2%. Kasus aktif turun 21,0% menjadi 2.890 pada hari yang sama.
Dari dalam negeri, hari ini akan rilis data BI7DRR (konsensus: 3,5%, SSIf: 3,75%). Dari regional, pagi ini pasar Asia dibuka melemah, Nikkei 0,10% dan Kospi 0,37%. “IHSG diperkirakan masih ada kecenderungan sideways hari ini karena para investor yang menanti hasil BI7DRR,” demikian tertulis.
