TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Maraknya PHK Bukti Paket Kebijakan Pemerintah Tak Efektif

Nurdian Akhmad
10 February 2016 | 19:17
rubrik: Ekonomi

Jakarta-Thebusinessnews.  Fenomena  pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai marak di awal tahun ini. Pada saat  pemerintah telah  banyak menerbitkan paket kebijakan ekonomi untuk memicu  perekonomian, Sebagai bukti paket kebijakan itu tidak membuat nyaman kalangan investor.

Direktur Eksekutif Indef, Enny Srihartati  menyatakan seharusnya paket kebijakan itu membuat investor  nyaman berusaha di Indonesia  dan  tidak membuat mereka berpikir untuk realokasi industrinya.” Itu baru namanya efektif (paket kebijakan itu),” terang  di gedung DPR RI Jakara, Rabu(10/2/2016).
Komentar Enny ini terkait maraknya PHK dari beberapa perusahaan seperti Ford, Panasonic, Toshiba, dan Chevron. Namun, ia menolak jika perusahaan tersebut dianggap hengkang dari Indonesia. Karena seperti Ford misalnya, tidak pernah ada pabriknya di Indonesia.

Enny kembali melanjutkan, kefektifan sebuah stimulus kebijakan itu memang diukur dari reaksi investor itu. “Jika mereka masih membandingkan, kok masih mahal berbisnis di sini (Indonesia), sehingga mereka mulai berpikir ulang untuk kalkulasi investasi dan realokasi, berarti itu tidak efektif,” cetus dia.

Apalagi memang jika dibandingkan dengan pusat industri di Johor, Malaysia, dibanding pusat industri seperti di Jabaneka, Cikarang, Tangerang, atau Karawang, maka sangat mungkin investor melakukan relokasi investasinya.

“Sekarang bayangkan, daripada mereka berada di kawasan industri di kita, ya mending milih ke Johor karena di sana langsung ke pelabuhan. Karena biaya logistiknya lebih murah,” kata Enny.

Dengan kondisi begitu, kendati ada pekat kebijakan ekonomi, efektifitasnya belum terlihat. “Jadi, memang potensi kebijakan pemerintah yang tidak kondusif dan membuat investor hengkang itu sangat besar,” tegas dia.(az)

BACA JUGA:   Infrastruktur sebagai Daya Dongkrak Perekonomian Nasional
Previous Post

Cadangan Devisa102, Miliar Dolar AS Dinilai Kurang Ideal

Next Post

Bos BEI Ogah Naikan Tawaran Harga ‘Buy Back’ Saham AB

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR