TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Berpotensi Sideways

Agus Haryanto
6 June 2022 | 08:04
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi sideways.

Di laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.

Pada penutupan Jumat lalu (3/6), pasar AS ditutup melemah. Dow Jones melemah 1,05%, S&P 500 1,63%, dan Nasdaq 2,47%.  Angka nonfarm payroll yang di atas ekspektasi (390.000; cons: 328.000) tampaknya memicu kekhawatiran investor bahwa The Fed tidak akan mempertimbangkan opsi untuk menahan suku bunga acuan (kenaikan suku bunga acuan yang terlalu tinggi dikhawatirkan akan memicu resesi).  Sejumlah data ekonomi penting akan dirilis pekan ini, termasuk inflasi CPI AS untuk bulan Mei (cons: 8,3%) serta inflasi inti (cons: 5,9%). Selain itu, ECB akan mengadakan pertemuan untuk membahas kemungkinan kenaikan suku bunga acuan pada 3Q22 mendatang. 

Pasar komoditas terpantau bergerak mixed pada Jumat (3/6) kemarin; minyak WTI menguat 2,9% ke level USD 120,26/bbl, dan Brent 2,95% ke level USD 121,08/bbl. Harga batubara flat di level USD 412,5/ton, sedangkan nikel melemah 0,83% ke level USD 26.157, dan CPO melemah 0,65% ke level MYR 6.704. Harga emas terpantau turun ke level USD 1.865/toz.

Bursa Asia bergerak mayoritas menguat pada Jumat (3/6) kemarin. Kospi menguat 0,44%, Nikkei 1,27%, sedangkan Hang Seng tutup dan Shanghai 0,42%. IHSG pada hari Jumat (3/6) ditutup menguat 0,48% ke level 7.183, dengan net buy asing sebesar Rp 315,6 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 622 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell sebesar Rp 306,4 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 143 miliar), BBCA (Rp 81 miliar), dan UNTR (Rp 78 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak ADMR (Rp 85,4 miliar), INCO (Rp 64,4 miliar), dan MDKA (Rp 48,8 miliar). Top leading movers adalah GOTO, ADRO, dan BBRI, sedangkan MIKA, CPIN, dan INCO menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   Andalkan Musim Libur Lebaran dan Akhir Tahun, Kinerja FOLK bakal Terkerek di Kuartal Keempat

Terjadi penambahan 388 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (5/6) (daily positivity rate: 1,14%) dengan 204 pasien sembuh (recovery rate: 97,4%; kasus aktif: 3.433).

Pagi ini pasar regional dibuka mixed; Kospi dibuka menguat 0,44% sementara Nikkei dibuka melemah 0,38%. “Kami memperkirakan IHSG akan sideways pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.

Previous Post

Lewat Webinar, Startup Bubu+ Dorong Ada Kurikulum Cinta Hewan di Sekolah

Next Post

Saham BFI Finance: Diprediksi Naik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR