Jakarta, TopBusiness—Perlambatan Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia pada bulan Mei 2022 menjadi 50,8, utamanya disebabkan karena terkendala pasokan.
“Adanya libur panjang Lebaran di minggu awal Mei 2022 misalnya, menjadi salah satu faktor gangguan terhadap rantai pasokan sektor industri,” ungkap Juru Bicara Kementerian Perindustrian RI, Febri Hendri Antoni Arif, di Jakarta pada akhir pekan kemarin.
Selain itu, faktor pelarangan ekspor CPO dan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng curah di dalam negeri, juga mempengaruhi kondisi sektor manufaktur.
Ia menjelaskan bahwa meski PMI Indonesia mengalami perlambatan dibanding bulan sebelumnya, sentimen bisnis terkait perkiraan 12 bulan output, bertahan positif.
“Tahap ekspansi ini menggambarkan selama sembilan bulan berturut-turut kondisi bisnis membaik pada seluruh sektor manufaktur Indonesia,” kata dia.
