TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bagi WIKA, GRC bukan Sisi Keuangan tapi Seluruh Lini Bisnis

Agus Haryanto
7 June 2022 | 16:07
rubrik: Event
Bagi WIKA, GRC bukan Sisi Keuangan tapi Seluruh Lini Bisnis

Jakarta, TopBusiness – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menilai dampak implementasi konsep tata kelola, risiko dan kepatuhan (governance, risk and compliance/GRC) menyeluruh di seluruh lini bisnis bukan hanya sisi keuangan saja.

Saat sesi pendalaman materi bertema Implementasi GRC PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, Mahendra Vijaya sebagai Sekper WIKA menyatakan, GRC telah terintegrasi dengan seluruh sisi bisnis perseroan, tak hanya mengacu pada sisi keuangan semata.

“Jadi memang begini, implementasi GRC sendiri di WIKA aspek dampaknya itu, tidak hanya dari sisi keuangan. Tapi juga dari beberapa sisi. Karena, implementasi GRC itu’kan ada three lines model yang dilaksanakan oleh kita,” kata Mahendra, dihadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2022, yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, Selasa (07/06/2022).

Dalam pandangan Mahendra, selain GRC meninjau aspek keuangan tapi juga ada beberapa aspek lain yang ditinjau seperti aspek legal, kemudian manajemen risiko, bahkan ada di engineering karena ada di komite risiko.  

Sehubungan hal itu, dia mengutarakan bahwa pihaknya dalam mengukur tingkat keefektivitasan implementasi GRC tersebut harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. “Sehingga memang untuk bisa membuat suatu parameter pengukuran itu tidak bisa hanya dari satu aspek. Misalnya, dari satu aspek keuangan saja, atau dari aspek dari manajemen risiko saja. Tapi, yang kita lihat adalah semenjak GRC ini diimplementasikan, pertama kita memiliki peningkatan-peningkatan profitabilitas, terjadi efisiensi-efisiensi. Karena itu dihasilkan dari adanya beberapa faktor risiko yang bisa di-handle dengan baik, sehingga responnya tidak terjadi atau dengan adanya proses mitigasi yang baik, itu derajat risikonya menurun,” papar dia.

Selanjutnya, dalam pandangan Mahendra maka aspek risk maturity level pun memiliki peranan penting dalam melihat kadar kemampuan GRC dalam menyikapi persoalan yang muncul. Dan GRC akan diuji dalam masa kenormalan baru atau pandemi yang terjadi.

BACA JUGA:   SUGAR.CO Terapkan GRC, Kejar Target Swasembada Gula 2027

“Kemudian yang kedua tentunya untuk setiap aspek risk maturity level, kemudian di keuangan sendiri ada beberapa rasio-rasio keuangan seperti debt equity ratio, gearing ratio dan sebagainya. Itu kami rasakan dengan implementasi GRC yang baik, aspek-aspek itu juga memiliki peningkatan. Namun memang ada kondisi-kondisi operasi yang itu memberikan tekanan sehingga itu dalam posisi pandemi ini menjadi tantangan yang cukup berat,” ungkap dia.

Apabila tak diterapkan GRC atau implementasi tak sesuai dengan prosedur yang berstandar, niscaya persoalan yang muncul akan sulit ditangani.  “Yang kami rasakan, dengan implementasi GRC tidak baik, maka tekanan itu semakin sulit dihadapi,” ujar Mahedra.

Di kesempatan yang sama, Awalia Rahmawati, selaku GM Manrisk, menyatakan dalam menetapkan persoalan, WIKA menciptakan skala prioritas yang dibarengi dengan adanya risiko strategis, yang tersusun secara sistematis dan terukur.  

“Di WIKA, itu kita mengenal namanya risiko strategis. Risiko strategis ini kita susun berdasarkan target-target atau analisis lingkungan usaha atau spot analysis yang kita sampaikan pada saat penyusunan RKAP. Jadi ini annually. Annual di tahun ini, selain kita memenuhi compliance terhadap apa yang di-required-kan oleh Kementerian BUMN,” tutur dia.

Selanjutnya, secara periodik WIKA melakukan pelaporan atas kinerja yang dikeluarkan oleh kantor akuntan publik atau KAP. Selain, melaporkan pula ke pemegang saham. “Lalu yang kedua, selain secara annual untuk kita susun profil risiko strategis ini berdasarkan KAP. Kita juga melakukan reporting triwulanan antar-BUMN. Jadi memang kalau untuk proses risiko strategis karena kita susun secara periode setahun sekali, ini mengikuti RKAP. Kemudian kita laporkan ke Kementerian BUMN per triwulanan,” papar dia.

Previous Post

DPR Apresiasi Laba Bersih BUMN 2021 yang Capai Rp 126 T

Next Post

Kick Off The Rising Tide, Mulung Parahita Gandeng TNI AL Ciptakan Inovasi Ekosistem Penanganan Lingkungan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR