TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

LPS: Performa Perbankan Meyakinkan

Nurdian Akhmad
10 June 2022 | 08:19
rubrik: Business Info
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Bank 25 bps

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness –  Industri perbankan terus menunjukkan performa yang sangat meyakinkan seiring membaiknya kondisi perekonomian.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, permodalan perbankan selama pandemi masih solid dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) pada April 2022 sebesar 24,32 persen.

Selain itu, rasio gross NPL atau kredit macet juga terus menunjukkan perbaikan dari kondisi di masa pandemi yang sempat mengalami kenaikan di atas tiga persen. Kini, rasio gross NPL berada level tiga persen pada April 2022.

“Hal ini didukung permodalan yang solid dan likuiditas yang ample. Pada April 2022, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10,11 persen yoy dan kredit tumbuh 9,10 persen yoy,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/6/2022).

Purbaya menyampaikan kondisi fundamental perbankan yang kuat tersebut tidak lepas dari sinergi KSSK dalam menciptakan bauran kebijakan yang menjaga industri perbankan tetap stabil. Adapun sejak 15 bulan terakhir, Purbaya mengungkapkan suku bunga maupun suku kredit mengalami tren penurunan.

Dia menjelaskan, suku bunga deposito satu dan tiga bulan terpantau masih mengalami penurunan, meskipun penurunannya semakin melambat.  Menurutnya, penurunan itu turut berkontribusi dalam penurunan cost of fund perbankan, sehingga mendukung penurunan suku bunga kredit.

“Tren penurunan tingkat bunga penjaminan ini sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan bank sentral,” ucapnya.

Jika dibanding dengan beberapa negara Asia Tenggara, menurut Purbaya, suku bunga kredit di Indonesia masih merupakan yang tertinggi. Hal ini mengindikasikan adanya ruang perbaikan struktur perbankan di Indonesia agar dapat beroperasi dengan lebih efisien.

Dalam kebijakannya, LPS terus bersinergi dengan bank sentral selaku otoritas kebijakan moneter untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

BACA JUGA:   Genjot Fee Base Income, BTN Siap Akuisisi 25.000 EDC

“Perkembangan likuiditas yang tetap longgar memberikan ruang yang cukup bagi perbankan untuk mengelola biaya dana atau suku bunga simpanan di level yang rendah,” ucap Purbaya.

Tags: lpsperbankan
Previous Post

Indeks Terlihat Terkoreksi, sebab Wall Street

Next Post

Laptop Produk Lokal Ini Makin Digemari Konsumen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR