TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpeluang Lanjutkan Pelemahan

Agus Haryanto
14 June 2022 | 06:43
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (14/06/2022), diperkirakan melanjutkan melemah.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melanjutkan Pelemahan.

Pada penutupan Senin (13/6), pasar AS ditutup melemah. Dow Jones melemah 2,79%, diikuti S&P 500 3,88%, dan Nasdaq 4,68%. Pasar saham mendapat tekanan dari kekhawatiran terkait kenaikan suku bunga acuan The Fed (sebuah laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa The Fed mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuan hingga 75 bps) pada Rabu (15/6) waktu setempat, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya di 50 bps. Selain data suku bunga acuan The Fed, sejumlah data ekonomi lain yang akan dirilis pekan ini adalah data penjualan ritel (pada Rabu (15/6) dan initial jobless claims (pada Kamis (16/6).

Pasar komoditas juga bergerak melemah pada Senin (13/6). Minyak WTI melemah 0,28% ke level USD 120,59/bbl, Brent 0,01% ke level USD 122,24/bbl, harga batubara turun 0,67% ke level USD 392,35/ton, Nikel anjlok 5,42% ke level USD 25.828, dan CPO 2,4% ke level MYR 6.103. Harga emas terpantau turun ke level USD 1.857/toz.

Bursa Asia juga ditutup melemah pada Senin (13/6) kemarin. Kospi melemah 3,52%, Nikkei 3,01%, Hang Seng 3,39%, dan Shanghai 0,89%. IHSG ditutup 1,29% ke level 6.995, dengan net buy asing Rp 376,8 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 299,9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 76,9 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh MDKA (Rp 148,3 miliar), BBNI (Rp 110,4 miliar), dan BRMS (Rp 107,2 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 226 miliar), GOTO (Rp 73,3 miliar), dan PNLF (Rp 69,2 miliar). Top leading movers adalah TLKM, ASII, dan GOTO, sedangkan ADRO, MDKA, dan BBRI menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   Indonesia Didorong Jadi Hub Aset Kripto di Pasar ASEAN, CFX Sarankan Ini di TOKEN2049

Terjadi penambahan 591 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Senin (13/6) (positivity rate: 1,13%), dengan jumlah kasus sembuh sebanyak 390 (recovery rate: 97,3%; kasus aktif: 4.926).

Pagi ini Kospi dibuka melemah 1,7% dan Nikkei 2,08%. “Kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah pada hari ini, dengan tekanan dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.

Previous Post

Pertamina Telah Miliki 355 UMKM Go Digital dan Naik Kelas

Next Post

Ini Saham LQ45 yang Direkomendasikan Hari Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR