TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tingkatkan Ketahanan Eksternal, BI Perkuat Sinergi

Nurdian Akhmad
16 June 2022 | 11:29
rubrik: Ekonomi
Jelang Ramadhan, BI Sebut Ada Perbaikan Kinerja Penjualan Eceran

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness –  Bank Indonesia (BI) memandang, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2022 telah berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

 Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2022 kembali mencatat surplus US$ 2,90 miliar, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar US$ 7,56 miliar. Kinerja positif tersebut melanjutkan surplus neraca perdagangan Indonesia sejak Mei 2020.

 “Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas kebijakan terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal serta mendukung pemulihan ekonomi nasional,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Kamis (16/6/2022).

Surplus neraca perdagangan Mei 2022 bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas di tengah penurunan defisit neraca perdagangan migas. Pada Mei 2022, surplus neraca perdagangan nonmigas tercatat US$ 4,75 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar US$ 9,95 miliar.

Erwin menambahkan, perkembangan tersebut ditopang oleh ekspor nonmigas yang tetap kuat yaitu sebesar US$ 20,01 miliar pada Mei 2022, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya sebesar US$ 25,89 miliar.

“Tetap positifnya kinerja ekspor nonmigas terutama bersumber dari ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti nikel dan tembaga didukung oleh harga global yang masih tinggi,” ungkapnya.

Ditinjau dari negara tujuan, ia menyebut, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang tetap kuat. Adapun impor nonmigas masih kuat pada seluruh komponen, sejalan dengan terus berlanjutnya perbaikan ekonomi domestik.

“Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas tercatat menurun dari US$ 2,38 miliar pada April 2022 menjadi US$ 1,86 miliar pada Mei 2022, sejalan dengan kenaikan ekspor migas di tengah penurunan impor migas,” tuturnya .

BACA JUGA:   GRC Summit dan Top GRC 2019 Digelar Hari Ini
Tags: bank indonesia
Previous Post

NTT Ditargetkan Menjadi Lumbung Pangan Nasional

Next Post

Transaksi E-Commerce Bakal Kena Bea Meterei, Ini Saran Ahli

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR