Jakarta-Thebusinessnews.Guna meningkatkan layanan koneksi data berbasis teknologi informasi di pasar modal, self regulatory organization (SRO) memperpanjang kontrak dengan PT Link Net Tbk dan menambah kecepatan jaringan menjadi 20 megabit per detik.
Menurut Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Sulistyo Budi di Gedung BEI Jakarta, Jumat (19/2), selama ini Link Net memberikan bandwidth Jaringan Terpadu Pasar Modal (JTPM) sebagai infrastruktur utama operasional bisnis pasar modal hanya 10 Mbps.
“Selama ini kecepatan jaringan terpadu yang diberikan ke kami sebesar 10 megabytes untuk Anggota Bursa. Sekarang ditingkatkan menjadi 20 megabytes per second. Ini sudah lebih dari cukup bagi Anggota Bursa,” kata Sulistyo.
Dia mengatakan, selama ini JTPM dipergunakan sebagai jaringan telekomunikasi dan data yang menghubungkan antara BEI, Kliring Penjamin Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, OJK, Anggota Bursa, bank kustodian dan bank umum.
Menurut CEO Link Net, Richard Kartawijaya, pihaknya kembali dipercayakan oleh BEI untuk menyediakan dan memelihara JTPM untuk lima tahun ke depan. “Selain perpanjangan kerjasama, kami juga akan meningkatkan kecepatan JTPM menjadi 20 megabit per detik dari sebelumnya 10 mbps.
Richard mengatakan, kegiatan di pasar modal membutuhkan layanan koneksi dta super cepat untuk menunjang pengguna agar lebih produktif saat trading dan monitoring pasar. “Kami percaya, meng-upgrade kecepatan menjadi dedicated 20 mbps akan mengoptimalkan koneksi,” imbuhnya.
Dia menyebutkan, layanan ini sebagai salah satu bentuk inovasi dari BEI untuk menyediakan sistem perdagangan yang andal dan memperluas inklusivitas investasi publik. Sehingga, lanjut dia, setiap orang bisa bertransaksi di mana saja secara real time melalui online trading