Jakarta, TopBusiness—Implementasi GRC (governance, risk, and compliance) di Asuransi Sinarmas berjalan saling bahu-membahu antar-bagian unit bisnis, tidak saling terpisah.
“GRC yang kami jalankan, itu working together,” kata Direktur Asuransi Sinarmas, Dumasi M.M. Samosir, kemarin sore, dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top GRC Awards 2022 yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga.
Dumasi memberikan contoh terkait hal tersebut. Sejak tahun 2015, dokumen untuk eksternal di Asuransi Sinarmas harus ditandatangani oleh beberapa tim. Jadi, tidak cukup hanya ditandatangani oleh tim legal. Aspek keparalelan dengan GRC di dokumen tersebut akan dicermati lebih dulu oleh tim lain.
“Jadi, dalam hal tersebut, satu tanda tangan belum cukup,” Dumasi menegaskan.
Dalam hal tersebut, ada sebuah kondisi saling melengkapi antar-tim. Maka, yang terjadi bukanlah situasi saling mengawasi. “Semua divisi di Asuransi Sinarmas punya unit compliance,” ia menambahkan.
Dalam presentasi tersebut, Dumasi juga menjelaskan hal lain tentang praktik GRC di Asuransi Sinarmas. Satu di antara itu adalah penjelasan bahwa dari 40 poin impelementasi GRC, hanya satu yang onprogress. Adapun yang lainnya sudah berjalan.
“Struktur organisasi Asuransi Sinarmas,” ia menambahkan, “semuanya sudah paralel dengan regulasi.”
Kemudian, three line of defence sudah dijalankan oleh Asuransi Sinarmas.
Sistem dan kebijakan manajemen risiko di Asuransi Sinarmas bersumber dari jajaran komisaris dan direksi. Kemudian, dikembangkan menjadi sebuah budaya manajemen risiko di seluruh organisasi di Asuransi Sinarmas.
“Selanjutnya, internalisasi budaya manajemen risiko dilakukan lewat sejumlah cara seperti meeting, kuis di absensi, dan lain-lain,” Dumasi menjelaskan.
