TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

TPA Berbasiskan Eduwisata Hadir di Banyumas

Albarsyah
7 July 2022 | 11:45
rubrik: Business Info
TPA Berbasiskan Eduwisata Hadir di Banyumas

 Jakarta, TopBusiness –  Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti meresmikan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Berbasis Lingkungan dan Edukasi (BLE) di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (6/7/2022). 

“TPA BLE ini dibangun dengan tujuan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pengelolaan sampah yang ada di Kabupaten Banyumas,” kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti. 

TPA BLE dibangun dengan biaya sebesar Rp49,7 miliar rupiah dengan komposisi anggaran dari APBN sebesar Rp41,9 miliar (84,31%) dan APBD sebesar Rp7,8 miliar (15,69%). Hal ini merupakan bentuk sinergi untuk pembangunan dan pengelolaan TPA. Pelaksanaan pembangunan dimulai sejak Oktober 2020 dan selesai pada Desember 2021. 

Lingkup pekerjaan yang menjadi fokus Kementerian PUPR antara lain gedung pengolahan sampah, jalan operasional dan halaman gedung, saluran drainase, gedung sanitair, mushola, ruang genset dan fire hydrant, landfill, Instalansi Pengolahan Limbah (IPL), hydrant ground reservoir, penyediaan air bersih, serta penataan lahan dan landscape.

TPA BLE mampu menampung sampah 75 ton/hari dengan konsep memproses residu sampah yang berasal dari TPS 3R, TPST atau PDU yang ada di Banyumas. Residu sampah yang masuk langsung secara otomatis dicacah dan dipilah, kemudian hasil pilahan diproses lebih lanjut untuk dimanfaatkan.

“Sampah organik kita olah menjadi kompos dan dibagikan kepada para petani sebagai bantuan pupuk, sedangkan untuk sampah non organik akan diolah dan dicetak misalnya dalam bentuk paving atau genting plastik,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyumas Junaedi. 

“Diharapkan dengan menerapkan penanganan secara terpadu seperti itu, Kabupaten Banyumas dapat mencapai target Zero Waste pada tahun 2022,” tutur Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya Tanozisochi Lase. 

BACA JUGA:   Hadapi Tantangan Ekonomi, FinExpo 2022 Jadi Solusi Meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan
Previous Post

Bangkitkan Perekonomian Masyarakat Jawa Tengah, Pasar Banyumas Diresmikan

Next Post

Tingkatkan Irigasi Persawahan di Cilacap, Embung Sumingkir Diresmikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR