Jakarta-Thebusinessnews. Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) mendorong penurunan NIM ( Nett Interest Margin perbankan), dengan penurunan itu diharapkan akan dapat menurunkan suku bunga kredit perbankan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK,Nelson Tampubolon berharap besaran Net Interest margin (NIM ) perbankan nasional dapat bersaing dengan NIM perbankan negera tetangga,seperti Thailand dan Filipina .” Kami mau NIM Perbankan Nasional tidak kalah dari perbankan di Thailand di 3 persen hingga 4 persen .”harap dia di Jakarta, Senin,(22/2/2016 ).
Ia menambahhkan NIM perbankan nasional berada dikisaran 6 persen. Angka itu dinilai terlalu besar. Sehingga untuk mendorong penurunnya pihaknya tengah mengkaji dua pilihan kebijakan.
“Apakah dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK ) itu nantinya akan mengatur secara konkrit angkanya (NIM) atau besaran angkanya (NIM) hanya supervisory action saja.” Ujar dia
Sementara bagi perbankan yang telah berhasil menurunkan NIM-nya akan diberi kemudahan membuka jaringan kantor cabang atau cabang pembantu ,selain itu mempermudah perijinan produk produk baru.”Sekarang kan produk berkembang terus dan itu harus ada ijin OJK .” Terang dia.
Dengan insentif itu kata dia lagi, dapat mendorong perbankan menurunkan biaya dana dan biaya operasional. Sehingga akan dapat menurunkan suku bunga kredit perbankan.” Suku bunga kredit itu di pengaruhi dua hal eksternal dan internalnah yang kita dorong tadi dari sisi internalnya.”papar dia.
Disisi lain efesiensi juga harus di topang dengan faktor eksternal yakni biaya dana, dalam hal ini DPK ( dana pihak ketiga ). Ia berharap Suku bunga DPK juga harus turun maka dampak efesiensi diperbankan akan turun signifikan. (Az)