Jakarta, TopBusiness – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) menilai integrasi penerapan tata kelola atau governance, risiko (risiko) dan kepatuhan (compliance) akan memitigasi risiko yang bakal muncul, baik dalam masa pandemi Covid-19 ataupun tantangan-tantangan kondisi bisnis lainnya. Dengan begitu, diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.
Saat pendalaman materi presentasi Implementasi Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Kepatuhan di Perusahaan, Nabila Riyas sebagai corporate communication Japfa, menyatakan bahwa pihaknya akan lebih siap menghadapi tantangan bisnis dengan implementasi integrasi governance, risk and compliance (GRC), sehingga pertumbuhan bisnis tak terlalu berpengaruh signifikan.
“Dari tata kelola, risiko dan kepatuhan, kami menjadi lebih siap untuk menghadapi tantangan ke depannya. Seperti yang kita lihat dua tahun belakangan ini, dimana pandemi menyerang. Ada juga tantangan bisnis juga, tapi dengan adanya GRC dan adanya mitigasi kami terhadap berbagai risiko, kami lebih siap sehingga pertumbuhan bisnis kami juga tidak terlalu berpengaruh,” kata Nabila, dihadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2022, yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom meeting online, di Jakarta, Senin (11/07/2022).
Dijelaskan Nabila, pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung pada tahun 2021, merupakan tantangan utama yang harus dihadapi Japfa. Melalui berbagai inisiatif strategis, tahun 2021 JAPFA berhasil membukukan pertumbuhan kinerja yang baik. Pencapaian kinerja yang baik tersebut juga menjadi pondasi yang kokoh bagi Japfa untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.
Di kesempatan yang sama, Utari Mahavira selaku head of corporate communication menyatakan bahwa berbagai faktor turut mempengaruhi bisnis perusahaan. Tak hanya dari sisi permintaan konsumen semata, tapi juga berbagai faktor turut mempengaruhi kinerja operasi.
Kendati begitu, dirinya menyatakan bahwa secara keseluruhan proses bisnis berjalan dengan baik sebab perusahaan mampu mengelola bisnis sehingga tak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.
“Secara keseluruhan bisnis, kami membaik atau setidaknya bisa kami katakan, kami bisa bertahan di tengah pandemi kemarin dan sampai saat ini. Dan itu pun tidak hanya dari satu faktor saja, kita tidak bisa bilang dari konsumen saja atau operasi saja, secara langsung. Tapi faktor itu saling terkait satu sama lain,” ujar Utari.
Dikatakan dia, pihaknya mewaspadai potensi yang muncul akibat dampak penyebaran virus Corona dengan berbagai variannya. Namun demikian, perusahaan mampu untuk mengelola bisnis dengan baik sehingga risiko dapat diatasi dengan baik.
“Covid-19 itu merupakan tantangan utama, yang dihadapi perusahaan dan dengan adanya tata kelola yang baik oleh perusahaan, itu menjadi salah satu kans bagi perusahaan yang mengelola bisnisnya. Itu adalah hal yang harus dilihat secara menyeluruh. Tidak bisa dilihat dari satu per satu, tapi semua bagian itu saling terkait atau mempengaruhi atau pun berdampak pada semuanya,” pungkas dia.
