Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak melemah.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team menyatakan bahwa IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah.
Dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan Bursa AS semalam ditutup melemah. DJIA -0,52%, disusul S&P500 1,15%, dan Nasdaq 2,26% yang dipicu kekhawatiran risiko terhadap kinerja (earnings forecast) emiten-emiten di tengah kenaikan suku bunga dan tekanan inflasi, serta perdebatan atas kemungkinan resesi.
Sementara itu , pasar futures AS terpantau relatif stagnan. Investor juga akan memperhatikan data Consumer Price Index bulan Juni (Cons: 8,8% yoy; Prev: 8,6% yoy) yang akan dirilis Rabu (13/7) besok.
Pasar komoditas terpantau cenderung mixed pada Senin (11/7): Harga minyak Brent turun -0.99% menjadi USD 105.9/bbl, dan emas juga turun -0.44%. Sementara itu, harga batu bara naik +0.49% ke level USD 412/ton, CPO +0.41% ke level RM 4,157/ton, dan nikel naik +0.61%.
Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 0,27% ke level 6.722,2. BYAN, TLKM, dan ASII menjadi top leading movers, sementara GOTO, BBRI, dan MDKA menjadi top lagging movers.
Investor asing mencatatkan keseluruhan net sell Rp 202,8 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 248,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 45,4 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ITMG (Rp 92,6 miliar), BBRI (Rp 78,6 miliar), dan ADMR (Rp 48,4 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh AMRT (Rp 53,2 miliar), TLKM (Rp 32,6 miliar), dan SMGR (Rp 21,5 miliar).
Penambahan kasus baru COVID-19 kemarin sebanyak 1.681 kasus, turun 42% dibanding hari sebelumnya namun mungkin masih volatile, dengan positivity rate sebesar 3,2% (total kasus aktif: 20.343). Sebanyak 1.866 pasien telah sembuh, dengan recovery rate sebesar 97,1%.
“IHSG kami perkirakan akan bergerak agak melemah seiring sentiment global,” demikian tertulis.
Bursa Asia terpantau dibuka bervariasi tapi cenderung agak melemah. Nikkei -1,13%, dan Kospi 0,91% sebaliknya ASX200 +0,70%.
