TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Skema Kartu Prakerja Bisa Direplikasi ke Program Lain

Nurdian Akhmad
13 July 2022 | 16:22
rubrik: Ekonomi
Skema Kartu Prakerja Bisa Direplikasi ke Program Lain

Jakarta, TopBusiness – Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah Redjalam menilai, program Kartu Prakerja yang sudah mendapat apresiasi dunia internasional patut untuk diterapkan pada program pemerintah yang lain.

 “Pola atau mekanisne Kartu Prakerja yang banyak memanfaatkan teknologi digital seharusnya bisa menjadi rujukan bagaimana pemerintah menyalurkan berbagai bantuan sosial atau juga bantuan kepada UMKM,” ujar Piter di Jakarta, Rabu (13/7/2022).

Menurut Piter, pemanfaatan teknologi digital dalam Kartu Prakerja jika diterapkan dalam program lain bisa menjadikan lebih tepat sasaran. “Dengan memanfaatkan teknologi digital bantuan lebih bisa diyakini tepat sasaran,” tutur dia.

Piter juga merespons apresiasi dunia internasional terhadap Kartu Prakerja. “Merupakan kebanggaan untuk kita semua. Apresiasi internasional ini membuktikan bahwa Kartu Prakerja yang merupakan program cepat dari pemerintah bisa berjalan baik,” kata Piter.

Seperti diketahui, Program Kartu Prakerja mendapat sambutan positif dalam International Conference on Adult Education ke-7 (CONFINTEA VII) di Maroko, yang diikuti negara-negara anggota UNESCO pada pekan lalu.

Dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto menjelaskan sebagai program bantuan tunai bersyarat, Kartu Prakerja tidak hanya membantu pekerja terkena PHK dan memberi mereka kesempatan untuk meningkatkan keterampilan sebelum kembali bekerja, tapi secara umum juga membantu menciptakan wirausaha.

Insentif yang diberikan setelah mereka menyelesaikan pelatihan, terbukti justru memperkuat daya beli mereka di masa pandemi, karena mayoritas mereka menggunakannya untuk membeli bahan makanan.

“Ada sekitar 12,8 juta lebih penerima Kartu Prakerja yang telah terlayani selama 26 bulan pelaksanaan program dan masih berlanjut hingga saat ini. Dimana semuanya dapat diselesaikan melalui smartphone,” kata Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu dalam presentasinya.

BACA JUGA:   Wamenkeu Sosialisasikan PMK 85/2020

Antusiasme Peserta Bagus

Sementara itu, Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Muhammad Hanri menilai positif program tersebut. Hal itu didasarkan pada peningkatan keahlian dan keterampilan peserta yang didapat dari program Kartu Prakerja.

“Kalau programnya, saya pribadi mengapresiasi bagus buat up-skilling dan re-skilling,” ungkapnya.

Menurut Hanri, antusias sekaligus tingkat penyelesaian pelatihan peserta cukup tinggi. “Antusiasme peserta bagus, yang menyelesaikan juga hampir 90% lebih, tapi masalahnya ini masih online. Jadi orang masih gampang untuk ikut dan kemarin masih ada kayak kompensasinya cukup gede, sehingga dia seperti semi-bansos,” ujar ekonom UI tersebut.

Ia menilai, rencana pemerintah untuk menyelenggarakan pelatihan Kartu Prakerja secara hibrida patut dicermati. Apalagi rencana pemerintah untuk mengurangi bantuan sosial (bansos) yang selama ini diberikan pada peserta. “Itu yang perlu dicermati karena ingin bansos-nya atau karena ingin up-skilling,” tambahnya.

Hanri mengungkapkan peserta Kartu Prakerja juga mendapat manfaat besar dari pelatihan yang mereka ikuti. Mereka bisa masuk di lapangan pekerjaan yang sesuai.

Kartu Prakerja menjadi sarana bagi tenaga kerja untuk meningkatkan keahlian dan menambah keahlian baru. Hal itu sangat bermanfaat untuk meningkatkan gaji yang diterima mereka. “Jadi itu menjadi sarana bagi mereka. Misalnya bagi mereka yang usia 30-an gak mungkin mereka kuliah lagi. Biayanya terlalu tinggi,” ujarnya.

Dikatakan Hanri, sebenarnya tujuan Kartu Prakerja bukan mengurangi angka pengangguran secara langsung, melainkan memberikan fasilitas pada orang yang sedang menganggur.

Sehingga ketika peserta sudah selesai program diharapkan mereka bisa lebih cepat bekerja. Selain itu, program Kartu Prakerja juga menyalurkan antara industri dan peserta.

“Kartu Prakerja tidak sedang membuat lapangan pekerjaan, tapi memperkaya pekerja yang sedang tidak bekerja supaya cepat dapat kerja,” pungkasnya.

Tags: kartu prakerjaMenko perekonomian
Previous Post

Mantap! Penerapan GRC PP Presisi Sudah Terdigitalisasi

Next Post

Ekonomi Global Kompleks, BI Perlu Dalamkan Kebijakan Sistem Pembayaran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR