Jakarta, TopBusiness – Dengan memiliki visi menjadi penyedia informasi perkreditan kelas dunia dalam rangka mendukung peningkatan inklusi keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, PT Pefindo Biro Kredit terus melakukan banyak terobosan. Salah satunya dengan menyediakan informasi perkreditan berkualitas tinggi dari berbagai jenis sumber data bagi anggotanya.
Hingga tahun 2022, PT Pefindo Biro Kredit dicatat mengelola 92 juta data debitur, 17 sumber data, 346 anggota, dan 143 juta data fasilitas. Untuk anggota sendiri, terdiri atas 41 bank umum, 15 nonlembaga keuangan, 58 BPR, 33 lembaga keuangan lain, 62 multifinance, 6 sekuritas, 106 fintech P2P, dan 25 koperasi.
Menurut Direktur Utama PT Pefindo Biro Kredit Yohanes Arts Abimanyu dalam penjurian TOP GRC 2022, untuk mendukung informasi perkreditan berkualitas tinggi dari berbagai jenis sumber data bagi anggotanya, perusahaan dicatat menghadirkan teknologi informasi (TI) untuk memastikan keakurasian, keterkinian, keamanan, dan kerahasiaan data.
Selain itu, perusahaan juga dicatat menerapkan ISO 27001:2013 Certification Information Security Management System dan ISO 9001:2015 Certification Quality Management System (QMS). Selain itu perusahaan juga menjadi satu-satunya Biro Kredit yang menggunakan Data Center Tier IV. Di mana seluruh komponennya, termasuk uplink dan storage, sudah fault-tolerant atau memungkinkan suatu sistem tetap berjalan normal walaupun ada salah satu komponen data center yang rusak atau tidak berfungsi.
Perkuat GRC
Untuk memberi pijakan yang terarah, PT Pefindo Biro Kredit menghadirkan tema strategis perusahaan setiap tahun. Dimulai dari tahun 2020, kemudian tahun 2021, 2022, 2023, 2024, dan 2025.
Untuk tahun 2021 misalnya, tema strategis yang dijalankan adalah Optimizing Growth. Strategi ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pertumbuhan perusahaan melalui ketersediaan system yang tinggi, kesiapan organisasi yang kuat dan pemilihan beragam produk data kredit yang disediakan oleh perusahaan untuk anggotanya.
Untuk mendukung semua tema strategis yang dijalankan, perusahaan menghadirkan ketersediaan yang tinggi (high availability) sumber daya manusia yang kompeten tata kelola yang baik serta manajemen risiko yang terukur melalui pelaksanakan GRC di perusahaan.
Pelaksanaan GRC tersebut misalnya dengan dihadirkannya kelengkapan sistem GRC, mengimplementasikan GRC, mengimplementasikan Manajemen Resiko, hingga mengimplementasikan Manajemen Kepatuhan. Semua itu dilaksanakan untuk memberi nilai lebih bagi pertumbuhan perusahaan.
Catatkan Kinerja Mumpuni
Menurut Yohanes Arts Abimanyu kembali, semua upaya yang telah dilakukan perusahaan terbukti berhasil. Hal ini ditandai dengan adanya catatan kinerja yang positif sebagai buah upaya yang telah dilaksanakan.
Sebagaimana misalnya, pada tahun 2021 perusahaan dicatat membukukan total pendapatan sebesar Rp 134,29 miliar. Sementara itu beban usaha dicatat sebesar Rp 103,95 miliar. Dengan demikian perusahaan meraih laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 32,037 miliar. Perusahaan juga meraih peningkatan jumlah anggota dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019 jumlah anggota dicatat sebesar 250 Anggota. Pada tahun 2020 meningkat menjadi 330 Anggota. Dan tahun 2021 meningkat menjadi 347 Anggota.
Selain itu total aset tahun 2021 dicatat Rp188,99 miliar. Sementara itu total liabilitas tahun 2021 dicatat Rp 82,15 miliar. Total ekuitas juga naik secara yoy. Tahun 2019, total ekuitas sebesar Rp 65,59 miliar. Tahun 2020 meningkat menjadi Rp 74,43 miliar. Dan, tahun 2021 meningkat menjadi Rp 106,84 miliar.
Total liabilitas dan ekuitas juga naik secara yoy. Tahun 2019 sebesar Rp 98,29 miliar. Tahun 2020 meningkat menjadi Rp 121,64 miliar dan tahun 2021 naik menjadi Rp 188,99 miliar.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
