Foto: Adhito/BusinessNews
Jakarta, businessnews.id — Sektor perbankan di tahun 2014 akan sedikit mengalami perlambatan pertumbuhan kredit ketimbang pertumbuhan di tahun 2013. Hasil riset Pefindo (Peringkat Efek Indonesia) menyimpulkan bahwa pertumbuhan kredit 2014 pada kisaran 15 persen, sedangkan tahun 2013 mencapai 18 persen.
Menurut Analis Pefindo Hendro Utomo, perlambatan pertumbuhan kredit itu disebabkan oleh kenaikan suku bunga, aturan kenaikan LTV (loan to value) ke kredit properti, dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
“Dengan kondisi ekonomi yang juga menurun, akan menambah sikap hati-hati perbankan dalam memberikan kredit,“ ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta hari ini.
Sedangkan dana pihak ketiga perbankan akan meningkat di tahun 2014 sehingga loan to deposit ratio (LDR) perbankan akan bisa dijaga di angka 92 persen. Sementara, CAR (capital adequaty ratio) perbankan akan masih terjaga di atas 15 persen.
”Dan NPL (non performing loan) masih di kisaran 2 persen sampai 2,5 persen.”
Dari 35 bank yang diperingkat oleh Pefindo, mayoritas atau 15 bank berperingkat A; 9 bank berperingkat AA; 8 bank berperingkat AAA. “Yang masuk AAA terutama bank BUMN (badan usaha milik negara) dan bank asing,” kata dia. (ABDUL AZIZ/DHI)
