Jakarta, TopBusiness – PT Dewi Shri Farmindo Tbk (IDX: DEWI) Perusahaan yang bergerak di bidang peternakan dan pemotongan ayam broiler akan menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sejumlah Rp700.000.000 (Tujuh Ratus juta) saham.
Besaran saham itu setara dengan 35% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, dengan harga Rp 100 per saham. Perseroan menunjuk PT KGI Sekuritas Indonesia dan PT Binaartha Sekuritas selaku Joint Lead Underwriter.
Aditiya Fajar Junus, Direktur Utama Perseroan menjelaskan, “Langkah perusahaan masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kualitas dalam mengelola perkandangan, meningkatkan fokus pada High value customers (contohnya restoran dengan jumlah jaringan pemasaran yang cukup besar seperti fast food), meningkatkan Quality Assurance Programs, meningkatkan profitibilitas melalui Vertical Integrations.”
Aditiya meyakini, bisnis ayam broiler ini memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia. Berdasarkan Rencana Strategis Direktorat Jendral Peternakan & Kesehatan Ayam, Kementrian Pertanian Republik Indonesia, investasi sub sektor peternakan terlihat tumbuh positif pada periode 2015-2019 yaitu dari Rp326,4 Miliar menjadi Rp1.503,2 miliar secara kumulatif meningkat sebesar Rp726,8 miliar.
Investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mengalami peningkatan sebesar 37,10% yang meningkat konsisten dari tahun ke tahun. Aditiya mengemukakan, populasi ayam broiler mengalami peningkatan pesat, rata-rata sebesar 11.45% per tahun sejak tahun 1984.
Pada tahun 2019, populasi ayam broiler di Indonesia mencapai 3,17 miliar ekor dan konsumsi daging ayam broiler naik menjadi 5,69kg/kapita/tahun. Angka 5,69 kg/kapita/tahun hanya konsumsi di dalam rumah tangga. Akan jauh lebih tinggi jika di tambah jumlah konsumsi yang terdapat di pengusaha kuliner seperti rumah makan, warung, restoran dan hotel.
Menurutnya, ayam broiler adalah salah satu ternak penyumbang protein yang paling terjangkau oleh masyarakat Indonesia. Dari segi harga yang sangat terjangkau hingga dapat di terima oleh semua kalangan masyarakat Indonesia sampai kebutuhan gizi protein yang cukup untuk dikonsumsi tubuh manusia, ayam broiler menjadi produk yang sangat dicari oleh konsumen maupun pengusaha kuliner.
“Oleh karena itu, permintaan daging ayam broiler terus meningkat. Demi menghasilkan dan menjaga kualitas ternak yang optimal, kami juga mengembangkan teknologi modern yang tepat guna yang ramah lingkungan. Selain itu usaha ayam broiler memiliki peranan penting dalam penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
FOTO: Istimewa
