Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (28/07/2022) berpotensi menguat.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Menguat.
Bursa AS semalam ditutup menguat. DJIA +1,37%, diikuti S&P500 2,62%, dan Nasdaq 4,06%, The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga sesuai ekspektasi pasar (75bps) dan memberikan sinyal bahwa bank sentral AS itu akan memperlambat laju kenaikan suku bunga ke depannya. Pasar juga akan memonitor data ekonomi AS lain yang akan dirilis malam ini, yaitu data pertumbuhan kuartalan PDB AS di kuartal 2 (Cons: +0,5%; Prev. -1,6%).
Dari pasar komoditas, harga Brent terpantau naik 2,7% menjadi USD 107,2/bbl, begitu juga emas (1,28%), dan CPO (1,03% ke RM 3.826/ton). Sementara itu, batu bara naik 0,91% ke level USD 414/ton, dan nikel 0,13%.
Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 0,39% ke level 6.898,2. Top leading movers emiten TLKM, BMRI, ADRO, sementara top lagging movers emiten ARTO, UNVR, MEGA. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 39 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net sell Rp 10,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 49,1 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ASII (Rp 57,7 miliar), PTBA (Rp 49,7 miliar), dan ITMG (Rp 47 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BUMI (Rp 61 miliar), BBNI (Rp 59,9 miliar), dan BBRI (Rp 56,9 miliar).
Terjadi penambahan 6.438 kasus baru COVID-19 di hari Rabu (28/7) dengan positivity rate sebesar 10,4% (total kasus aktif: 46062). Sementara itu, sebanyak 3.825 pasien sembuh dengan recovery rate sebesar 96,7%.
Bursa Asia terpantau dibuka menguat. Nikkei 0,67%, ASX200 0,80% dan Kospi +0,74%. “IHSG kami perkirakan akan menguat hari ini seiring sentimen global dan regional.” demikian tertulis.
