Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (29/07/2022) akhir pekan ini berpotensi kembali melanjutkan penguatan.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Kembali Menguat.
Bursa saham AS hari Kamis (28/7) ditutup menguat. Dow Jones +1,03%, disusul S&P500 1,21%, dan Nasdaq 1,08% karena hasil kinerja beberapa emiten seperti Apple dan Amazon di 2Q22 lebih baik dari periode sebelumnya. Namun, pertumbuhan GDP AS di 2Q22 kembali turun 0,9% qoq (1Q22: -1,6% qoq). Data initial jobless claim turun menjadi 256 ribu (prev: 261 ribu). Para investor juga menanti rilis data personal income dan spending AS di bulan Juni yang akan dirilis Jumat malam ini.
Pasar komoditas bergerak mixed. Minyak melemah 0,9% ke level USD 97,4/bbl, dan batu bara 1,3% di level USD 418/ton. Sementara CPO +3,6% ke MYR 3,961/ton, emas menguat 1,0% ke level USD 1.769/toz, dan tembaga 0,5% ke level USD 349/ton.
Bursa Asia ditutup bervariasi mayoritas menguat pada perdagangan Kamis (28/7). Kospi +0,8%, Nikkei 0,1%, Shanghai 0,2%, sementara Hang Seng -0,2%.
IHSG ditutup menguat 0,85% ke level 6.957. Total keseluruhan net foreign sell Rp 21,7 miliar. Net sell asing di pasar regular Rp 134,8 miliar dan net buy di pasar negosiasi Rp 113,1 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBNI (Rp 205,2 miliar), BUKA (Rp 66 miliar), dan BMTR (Rp 60 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 113,3 miliar), GOTO (Rp 94,1 miliar), dan BMRI (Rp 83,8 miliar).
Kasus Covid-19 di Indonesia terdapat penambahan 6.353 kasus baru kemarin, dengan daily positive rate 11,5%. Recovery rate 96,7% dan kasus aktif 46.655 pada hari yang sama.
Pagi ini pasar regional dibuka menguat, Nikkei 0,32% dan Kospi 0,75%. “IHSG diperkirakan bergerak menguat hari ini, seiring pergerakan positif bursa global dan regional,” demikian tertulis.
