
Jakarta-Thebusinessnews. PT Bank Jawa Barat Banten Tbk (BJBR) pada tahun 2016 akan tetap mempertahankan NIM ( nett interest margin ) dikisaran 6, 3 persen, hal itu mengacu capaian kinerja tahun 2015.
Walau demikian BBJB mendukung upaya pemerintah dan OJK dalam mendorong suku bunga kredit dibawah 10 persen atau satu digit.”Kami akan jaga NIM dikisaran 6,3 persen dengan melakukan efesiensi.” Ujar Direktur Utama BJBR, Achmad Irfan di Jakarta,Senin (29/2/2016).
Ia menjelaskan, efesiensi akan dilakukan dengan menekan biaya dana. Dalam hal biaya dana pihaknya akan memperbesar porsi dana murah atau CASA . Pada akhir tahun 2015 CASA 52,4 persen. ” Dan kami targetkan pada akhir tahun 2016 porsi dana murah mencapai 60 persen, dengan cara mengenjot tabungan .” Ujardia.
Disamping itu pihaknya juga akan melakukan efisiensi Sumber daya manusian (SDM) dan meramping jumlah jaringan kantor, dimana akan kembali mengevaluasi pembukaan jaringan kantor baru ditahun ini.
Sedangan jarinngan kantor khusus menyasar segmen Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) atau warung BJB akan dievalusasi ulang,”Dari 443 unit warung BJB akan di alihkan ke 12 cabang dengan pembentukan cluster ” ujar dia.
Ia berharap dengan kebijakan pemerintah yang melarang penempatan dana APBN dan APBD dengan bunga khusus akan sangat menolong penekanan biaya dana.Hingga akhir 2015 27 persen dari total DPK ( Dana Pihak Ketiga ) Rp 67,6 triliun. ” Umumnya spesial rate ( bunga khusus ) yang diminta sebesar tujuh persen hingga delapan persen.” Ujar dia.
Terakhir ia menyampaikan bahwa penurunan suku bunga kredit satu digit seperti diinginkan pemerintah dapat di capai,pasalnya sejak 2011 pihaknya telah menyalurkan kredit mikro dengan bunga 8,3 persen. ” Nama programnya Kredit Cipta Rakyat dengan bunga 8,3 persen atau perbulan 0,67 persen.” Tutup dia(az)