TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BNI Untung Rp 8,8 T, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Nurdian Akhmad
1 August 2022 | 13:38
rubrik: Business Info
Aset BNI Naik 17% ke Rp 631 Triliun

Gedung BNI/Uangpedia com

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI mencetak laba bersih Rp 8,8 triliun di semester I-2022 atau naik 75,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan perseroan mencatat pemulihan ekonomi terjadi dengan sangat baik pada pertengahan tahun ini. Geliat usaha serta konsumsi masyarakat yang semakin kuat mendorong kinerja BNI sebagai fungsi intermediator.

“Kami sangat bersyukur dengan pencapaian kinerja hingga pertengahan tahun ini, di mana kinerja fungsi intermediasi semakin kuat seiring dengan tren pemulihan ekonomi. Implementasi perbankan hijau atau green banking dapat tetap dijalankan dan bahkan menjadi potensi positif bagi kinerja profitabilitas,” kata Royke dalam keterangan resmi di Jakarta, seperti dikutip Senin (1/8/2022).

Ia menjelaskan tren kinerja dan ekspansi solid BNI seiring dengan fokus pertumbuhan yang sehat pada nasabah top tier. Pencapaian itu diiringi pula dengan upaya memperkuat portfolio hijau dan implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan atau ESG (Environment, Social, and Governance) dalam setiap aspek bisnis perusahaan.

Sebagai first mover green banking, BNI telah membuktikan bahwa implementasi pembiayaan hijau di Indonesia mampu berkorelasi positif dengan profitabilitas. Transformasi digital yang mendorong transaksi perbankan terus mendorong implementasi perbankan hijau BNI semakin komprehensif.

Royke melanjutkan, pertumbuhan kinerja organik berbasis layanan digital di BNI telah menghasilkan pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) yang kuat dan tertinggi dalam sejarah kinerja BNI, yang dihasilkan dari ekspansi kredit yang sehat dan didukung oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) berbiaya murah atau CASA.

Margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) BNI tercatat stabil di kisaran 4,7 persen, yang ditopang dari tingginya pencapaian Non-Interest Income pada semester I-2022 mencapai Rp7,6 triliun atau naik 11 persen (yoy).

BACA JUGA:   Konsisten Bantu UKM, BNI Xpora Dampingi Keripik Pisang Bananania Buka Lapangan Kerja hingga Ekspansi ke Mancanegara

Laba bersih pun tercapai karena fungsi intermediasi yang terus menguat, tercermin dari penyaluran kredit pada paruh pertama tahun ini tercatat Rp620,42 triliun atau naik semakin positif dengan pertumbuhan 8,9 persen (yoy).

Menurut dia, salah satu program yang patut diperhitungkan sebagai pendorong realisasi kredit terutama di segmen kecil dan menengah adalah Program BNI Xpora. Selama semester I-2022 saja, BNI Xpora telah berhasil melakukan penyaluran kredit senilai Rp7,2 triliun.

Selain itu, hingga Juni 2022 penyaluran kredit kepada debitur UMKM yang berorientasi ekspor tercatat telah mencapai Rp22,1 triliun dengan jumlah debitur mencapai 39 ribu.

Kinerja penghimpunan dana masyarakat juga tetap kuat dengan nilai (DPK) mencapai Rp691,84 triliun atau naik tujuh persen (yoy), yang didominasi oleh CASA mencapai 69,2 persen dari total DPK yang terhimpun.

Royke mengungkapkan penyumbang terbesar CASA adalah nasabah tabungan yang aktif bertransaksi melalui aplikasi BNI Mobile Banking dan giro dari nasabah pengguna cash management services pada BNI Direct.

“Per Juni 2022, pengguna BNI Mobile Banking berkontribusi terhadap 59,2 persen tabungan. Sementara, 92 persen dana giro dikontribusikan oleh pengguna layanan cash management,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengapresiasi kinerja PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) karena berhasil mencetak laba terbaik sepanjang sejarah. “BNI sekarang akan mencapai keuntungan terbaik sepanjang sejarah BNI,” kata Erick Thohir dalam siaran persnya.

Erick pun mengapresiasi seluruh jajaran manajemen dan Hi-Movers, khususnya Komisaris Utama BNI Agus Martowardojo yang turut meningkatkan profesionalisme BUMN.

“Komisaris BNI ini kan jelas, ada perwakilan kementerian lain, ada perwakilan masyarakat, ada perwakilan profesi, dan perwakilan ahli. Contohnya, ada Pak Agus Martowardojo bekas menteri keuangan RI, bekas gubernur BI. Alhamdulillah, mau jadi Komisaris Utama BNI yang hari ini bisa mendampingi manajemen untuk bekerja lebih maksimal,” ujarnya.

BACA JUGA:   Pabrik Baterai Listrik Terbesar Asia Tenggara Siap Produksi April 2024

Selain itu, efektivitas perusahaan plat merah akan semakin ditingkatkan, antara lain melalui kesetaraan gender dan porsi serta perampingan yang diwujudkan oleh BUMN.

“Jadi konteksnya yang penting adalah kita buat keseimbangan. Contoh, ini bagaimana direksi BUMN saat ini sudah 25 persen wanita, dulu tidak. Lalu, kepemimpinan BUMN di bawah 42 tahun 10 persen targetnya,” kata Erick.

Tags: Bank BNIbni
Previous Post

TJSL Hutama Karya Bangun Masjid dan Renovasi PAUD pada Dua Wilayah di Jakarta

Next Post

Kredit Naik Jadi Rp127 T, Bank OCBC Catat Laba Bersih Terkerek 12% di Paruh Pertama

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR