Jakarta, TopBusiness – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal dengan memprioritaskan keamanan dan kenyamanan dalam segala aspek pengoperasian pada seluruh jalan tol yang dikelola, khususnya di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro mengatakan bahwa salah satunya yakni dengan menerapkan sistem keamanan yang baik bagi pengendara, baik itu di jalur utama maupun antisipasi atas gangguan kejahatan yang ada di jalan tol yang dikelola. Hutama Karya telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti 1.130 unit CCTV yang tersebar di sepanjang JTTS dan dipantau oleh petugas selama 24 jam penuh melalui command center, baik yang berada di setiap ruas tol maupun yang berada di kantor pusat dengan menggunakan sistem terintegrasi dan juga telah menyiapkan 716 petugas layanan pengamanan siaga selama 24 jam serta 347 armada pendukung untuk melakukan pengawasan di sepanjang JTTS.
“Dalam mengantisipasi munculnya kejahatan dan untuk memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan tol, Hutama Karya terus melakukan koordinasi pengamanan dengan pihak Kepolisian Daerah dan TNI setempat,” tutur Koentjoro kepada Top Business dalam keterangan resmi.
Lebih lanjut Koentjoro menambahkan bahwa untuk memperketat adanya tindak kejahatan dikemudian hari, Hutama Karya juga mempersiapkan berbagai strategi yakni diantaranya dengan menambah intensitas patroli jalur dengan pihak TNI agar koordinasi menjadi lebih cepat, melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang dianggap rawan untuk kemudian dilakukan pengawasan yang lebih ekstra dan memperbanyak sebaran nomor call center supaya pengguna jalan dapat mengetahui tempat pengaduan dan mempercepat proses penanganan jika terjadi kendala oleh pelanggan jalan tol. “Kami akan terus meningkatkan berbagai pengawasan demi keamanan pengguna jalan yang melintas,” tambahnya.
Sebagai tambahan informasi, penanganan dan seluruh strategi tersebut juga merupakan wujud tanggung jawab sekaligus antisipasi dari Hutama Karya selaku pengelola atas kejadian terkait pelemparan batu yang sempat terjadi. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul dan telah melakukan penggantian rugi atas kerusakan kendaraan korban. Selain itu, kami semakin memperketat keamanan di sepanjang ruas tol yang dikelola serta menjadi acuan manajemen untuk menambahkan sistem keamanan lagi,” ujar Koentjoro.
Dari sisi pelayanan, Hutama Karya berkomitmen untuk selalu memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri PU Nomor 16/PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol. Selain pemenuhan fasilitas sesuai dengan SPM yang berlaku, Hutama Karya juga tengah mengembangkan berbagai teknologi pendukung seperti alat Weigh-in-Motion (WIM) untuk mendeteksi kendaraan Over Dimensi dan Overload (ODOL), kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk mendeteksi kecepatan maksimum pengguna jalan dan Intelligent Traffic System (ITS) yang terintegrasi di Command Center.
“Dari sistem tersebut, terdapat fitur yang dapat mendeteksi apabila terdapat gangguan di sepanjang lajur tol dan petugas akan langsung merespon keluhan dengan response time maksimal 5 menit; aplikasi pendeteksi pothole (lubang di jalan tol) dan masih banyak lagi,” tutup Koentjoro, Direktur Operasi III Hutama Karya.
Untuk kondisi lalu lintas saat ini, Hutama karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, salah satunya dengan menggunakan satu kartu Uang Elektronik (UE) hanya untuk satu kendaraan serta memastikan kecukupan saldo UE sebelum memasuki gerbang tol. Apabila pengguna jalan lupa untuk mengisi saldo UE, dapat menggunakan aplikasi HK Toll Apps yang dimiliki oleh Hutama Karya dimana terdapat fitur Cek Saldo UE dan juga dapat melakukan Top up saldo UE.
Selain itu kami terus menghimbau kepada pengguna jalan tol untuk berkendara dengan kecepatan minimum dan maksimum sesuai yang dipersyaratkan, dan tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat. Segera beristirahat apabila merasa mengantuk di Rest Area terdekat serta untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dimanapun berada. Apabila pengguna jalan tol mengalami atau melihat tindak kejahatan yang ada di jalan tol maupun rest area agar segera melapor ke Call Centre masing-masing Cabang Tol.
