Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini diperkirakan menguat.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team menyatakan bahwa IHSG Diperkirakan Bergerak Menguat.
Bursa AS semalam ditutup menguat; DJIA +1,6%, S&P500 2,1%, Nasdaq 2,9%, seiring dengan rilisnya data CPI Juli yang lebih rendah dari ekspektasi para ekonom dan menunjukkan perlambatan, serta penguatan bursa AS juga didorong oleh kinerja positif sejumlah emiten, diantaranya Disney.
Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi; emas -0,2% menjadi USD 1.808/ toz, CPO 0,5% ke level RM 4.106/ton. Sebaliknya, batu bara +6,9% ke level USD 401/ton, sedangkan minyak WTI 1,2% ke level USD 92/bbl.
Bursa Asia kemarin ditutup melemah; Shanghai -0.5%, Hang Seng 2,0%, Nikkei 0,6%, Kospi 0,9%.
Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 0,2% ke level 7.086, dengan net sell asing di pasar reguler sebesar Rp 43 miliar dan net buy di pasar negosiasi Rp 356 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 251 miliar), BMRI (Rp 79 miliar), dan BBNI (Rp 53 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh BBRI (Rp 371 miliar), TBIG (Rp 65 miliar), dan ITMG (Rp 45 miliar). Top leading movers adalah BMRI, ASII, EMTK dan top lagging movers adalah BBRI, TLKM, BUMI.
Terjadi penambahan 5.926 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 4,8% (recovery rate: 96,7%, kasus aktif: 50.857).
Pagi ini pasar regional dibuka dengan Kospi +1,2% dan Nikkei libur. “Dengan sentimen dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat,” demikian tertulis.
