Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (16/08/2022) awal pekan, berpotensi masih bergerak sideways.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways.
Bursa AS semalam ditutup menguat. DJIA +0,5%, menyusul S&P500 0,3%, dan Nasdaq 0,6%. Reli pasar AS berlanjut seiring dengan masih tingginya optimisme pasar bahwa inflasi telah mencapai titik puncaknya dan akan mulai menurun. Saat ini pasar bersiap untuk rilis laporan keuangan 2Q22 sejumlah emiten besar seperti Walmart dan Target, serta risalah rapat FOMC bulan Juli lalu.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed. Emas -1,1% menjadi USD 1.795/ toz, diikuti CPO 6,0% ke level RM 4.153/ton, minyak WTI 4,0% ke level USD 89/bbl, sedangkan batu bara menguat 1,9% ke level USD 410/ton.
Bursa Asia kemarin, ditutup bervariasi. Shanghai -0,0%, diikuti Hang Seng 0,7%, sebaliknya Nikkei +1,1%, dan Kospi 0,2%.
Sementara IHSG ditutup melemah 0,5% ke level 7.093, dengan net buy asing di pasar reguler Rp 51 miliar dan net buy di pasar negosiasi (Rp 158 triliun). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 303 miliar), ASII (Rp 94 miliar), dan BBNI (Rp 74 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh BBRI (Rp 309 miliar), MDKA (Rp 52 miliar), dan RAJA (Rp 29 miliar). Top leading movers adalah UNTR, GOTO, BBCA dan top lagging movers adalah TLKM, EMTK, BRPT.
Terjadi penambahan 3.588 kasus baru COVID-19 kemarin, dengan positivity rate sebesar 3,3% (recovery rate: 96,7%, kasus aktif: 52.278).
Pagi ini pasar regional dibuka mixed, dengan Kospi +0,3% dan Nikkei -0,2%. “Dengan sentimen beragam dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak sideways,” demikian tertera.
Foto: Rendy MR
