Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (19/08/2022) akhir pekan, berpotensi menguat tipis.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat Tipis.
Bursa AS semalam ditutup sedikit menguat. DJIA +0,06%, S&P500 0,23%, dan Nasdaq 0,21%, kemungkinan karena investor masih optimis atas kemampuan Fed untuk mengatasi tingginya inflasi. US stock futures terpantau relatif stagnan.
Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi. Brent naik (3,38%) menjadi USD96,8/bbl, akan tetapi CPO turun (3,63%) ke level RM4.041/ton. Emas agak stagnant (-0,14%), begitu juga nikel (-0,47%) dan batu bara (0,43%) ke level USD435/ton.
Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup naik 0,74% ke level 7.186,6. Top leading movers emiten TLKM, GOTO, BBRI, sementara top lagging movers emiten EMTK, ARTO, UNTR.
Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 1.081,7 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net buy sebesar Rp 1.211,9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell Rp 130,2 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 354 miliar), BMRI (Rp 237,9 miliar), dan TLKM (Rp 215,6 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh GOTO (Rp 77,4 miliar), ITMG (Rp 36 miliar), dan BMTR (Rp 21,5 miliar).
Penambahan kasus baru COVID-19 kemarin sebanyak 4.093 kasus, dengan positivity rate sebesar 4,9% (total kasus aktif: 51.900). Sebanyak 5.250 pasien telah sembuh dengan recovery rate sebesar 96,7%.
“IHSG kami perkirakan mungkin bergerak menguat tipis hari ini seiring sentimen global dan regional, walaupun pergerakan pasar komoditas yang bervariasi,” demikian tertulis.
Bursa Asia terpantau dibuka bervariasi tapi cenderung agak menguat. Kospi -0,32%, diikuti ASX200 +0,12% dan Nikkei 0,37%.
Foto: Rendy MR
