Jakarta-Thebusinessnews. Untuk membentuk pasar surat utang yang transparan dan akutanble,PT Penilai Harga Efek Indonesia(IBPA) dan Indonesia Money Broker Association (Inamba)melakukan kerjasam penyedian data.
Sayangnya dari sembilan perusahaan pialang pasar uang terdapat dua perusahaan yang belum menandatangani kerjasama ini.Hal itu disayangkan oleh Ketua Inamba,Melchias M Mekeng di Jakarta,Senin( 7/3/2016).”Yang tidak mau tanda tangan kan konyol.” Kecam dia
Ia berharap,IBPA segera mengeluarkan kebijakan untuk mengharuskan seluruh perusahaan pialang uang dapat menyediakan data untuk membentuk mekanisme pembentukan harga dipasar sekunder surat utang. “Kalau mereka ( dua pialang ) tidak terlibat akan ada dua pasar pertama over the counter dan pasar yang ditata oleh IBPA.” Terang dia
Dengan dua pasar itu kata dia akan menjadikan pasar surat utang tidak menarik bagi investor,” Padalah kita harap investor asing, dana pensiun akan lebih tertarik ke pasar surat utang dengan adanya mekanismen ini.” Ujar dia.
Ia menjelaska volume perdagangan surat utang negera yang dilakukan sembilan anggoatnya mencapai 15 – 20 persen dari total perdagangan. Sedangkan mengenai anggotanya saat ini ada lima pelaku asing dan empat lokal.” Nah yang tidak ikut dari asing sebab mereka terkendala dengan peraturan dari induknya.tapi kami harap keduanya seger bergabung.” Harap dia(az)