Jakarta, TopBusiness – Bisnis pariwisata tours and travel sejauh ini mengalami tantangan yang berat akibat kemajuan teknologi dan dampak pandemi covid-19. Masifnya perusahaan teknologi informasi membuat penjualan perjalanan dilakukan secara langsung, bahkan oleh maskapai penerbangan.
Untuk itu, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi DKI Jakarta meminta pemerintah untuk membuat tata niaga usaha sektor pariwisata.
“Belum diaturnya tata niaga sektor ini membuat perusahaan agen tours travel harus bisa bersinergi dalam menyiasati persaingan. Masyarakat sendiri belum seutuhnya paham kalau menggunakan agen perjalanan maka lebih ada jaminan keselamatan dan kenyamanan. Untuk itu, dalam ASITA ini kita saling berbagi informasi dan tips,” kata Ketua DPD ASITA DKI Jakarta, Hasiyanna S Ashadi di Jakarta, seperti dikutip Kamis (25/4/2022).
“Kalau dulu kan maskapai memberikan harga khusus kepada agen travel. Tetapi tentu saja ada solusi dari berbagai banyaknya kesulitan. Agen perjalanan akan memberikan penawaran yang baik,” ujarnya.
Hasiyanna menyayangkan tidak adanya tata niaga untuk industri pariwisata khususnya tour domestic. Apalagi saat ini tamu-tamu domestik sekarang bisa mencari sendiri paket wisata. “Kita baru diinget bila ada persoalan kalau gak ada persoalan gak diingat,” pungkasnya.
Menurutnya, tour domestik dari zaman dulu kurang disentuh oleh pemerintah jadi tidak ada tata niaganya. Ia menyebut di luar negeri tata niaga pariwisata mulai dari guide hingga wajib memiliki partner ketika berwisata. Contoh masuk ke Candi Borobudur ada lokal guidenya baru mereka bisa mendengarkan informasi seputar Borobudur dan selanjutnya.
“Misalnya orang Jakarta mau ke Komodo langsung aja kesana, dan sesampainya disana mereka mencari orang lokal disana yang bisa mengantarkan mereka,cari yang termurah dan cocok untuk kantong mereka. Memang harga yang ditawarkan lebih murah, tapi apakah bisa menjamin bila terjadi sesuatu di jalan apakah mereka akan bertanggung jawab,” ucap dia.
“Kalau kita punya tata niaga yang baik kita bisa menjaga dari hal-hal demikian. Karena BPW/APW yang bernaung di ASITA tidak kerja sendirian. Prinsip kami tamu-tamunya puas , terlayani dengan baik pastinya mereka ingin kembali, servicenya semua kita deliver sampe puas,” tuturnya.
