TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diperkirakan Bergerak Menguat

Agus Haryanto
8 September 2022 | 07:33
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (8/09/2022), diperkirakan bergerak menguat.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Menguat.

Bursa AS semalam ditutup menguat,  DJIA +1,4%, S&P500 1,8%, Nasdaq 2,1%, rebound dari penurunan di hari-hari sebelumnya di tengah kekhawatiran investor akan potensi kenaikan suku bunga The Fed. Pasar mendapat tenaga tambahan dari menurunnya yield US Treasury dan harga minyak dunia, serta pernyataan wakil pimpinan The Fed Lael Brainard bahwa meskipun The Fed tetap berkomitmen untuk melakukan apapun demi menahan inflasi, bank sentral AS itu masih akan memperhatikan risiko pengetatan moneter yang berlebihan.

Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi. Minyak WTI  -5,6% ke level USD 82/bbl, diikuti batu bara 3,7% ke level USD 435/ton, CPO 2,5% ke level RM 3.704/ton, sedangkan emas +0,9% menjadi USD 1.728/ toz.

Bursa Asia kemarin ditutup bervariasi.  Shanghai +0,1%, sedangkan Hang Seng -0,8%, Nikkei 0,7%, dan Kospi 1,4%.

Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 0,6% ke level 7.187, dengan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 544 miliar dan di pasar negosiasi Rp 129 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 316 miliar), BMRI (Rp 214 miliar), dan ADRO (Rp 102 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan BBRI (Rp 119 miliar), PGAS (Rp 64 miliar), dan BIPI (Rp 55 miliar). Top leading movers adalah BBCA, BEBS, BMRI dan top lagging movers adalah BBRI, ASII, MDKA.

Terjadi penambahan 3.513 kasus baru Covid-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 9,5% (recovery rate: 96,9%, kasus aktif: 38.119).

BACA JUGA:   Berikut Faktor Penyebab Peningkatan Kapasitas Terpasang PGEO menjadi 727,5 MW

Pagi ini pasar regional dibuka menguat dengan Kospi 0,4% dan Nikkei 1,2%. “Dengan sentimen dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat,” demikian tertulis.

Previous Post

PT INTI Pertajam Portofolio Lima Tahun, Bidik Pendapatan Rp 5 Triliun

Next Post

IHSG bisa ke Zona Hijau, Pantau Saham Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR