Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (13/09/2022), berpotensi naik tipis.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Menguat Tipis.
Bursa AS semalam ditutup menguat, DJIA +0,71%, S&P500 1,06%, dan Nasdaq 1,27%, kemungkinan karena optimisme investor bahwa tingkat inflasi AS telah mencapai puncak dan sinyal “kesuksesan” dari militer Ukraina untuk saat ini. Sementara itu, stock futures terpantau menguat. Pengumuman data ekonomi AS bulan Agustus yang akan diperhatikan adalah tingkat inflasi (Cons: 8.1% YoY; Prev: 8,5%YoY) dan inflasi inti (Cons: 6,1%YoY; Prev: 5,9%YoY) yang dijadwalkan rilis malam ini (13/09).
Dari pasar komoditas, CPO naik 2,48% ke RM3.683/ton, nikel naik 6,25%, emas +0,15%, tetapi batu bara agak turun (0,77%). Sementara itu, harga Brent terpantau agak stagnant (-0,04%) menjadi USD93,96/bbl.
Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 0,16% ke level 7.254.5. Top leading movers emiten ASII, MDKA, BUMI, sementara top lagging movers emiten BBRI, TLKM, GOTO. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 829,4 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net buy Rp 676,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 153,2 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 332,4 miliar), ASII (Rp 223,7 miliar), dan MDKA (Rp 125,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 75,8 miliar), TLKM (Rp 49,3 miliar), dan PGAS (Rp 24,3 miliar).
Terdapat tambahan 1.848 kasus baru COVID-19 di hari Senin (12/09) dengan positivity rate sebesar 6,7% (total kasus aktif: 33.946). Sebanyak 2.725 pasien telah sembuh dengan recovery rate sebesar 97,0%.
Bursa Asia pagi ini terpantau dibuka menguat, Nikkei +0,10%, Kospi 1,87%, dan ASX200 0,63%. “IHSG kami perkirakan setidaknya bergerak agak menguat hari ini didukung oleh sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
