Jakarta, TopBusiness – Performa PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (IDX: SMBR) di paruh pertama tahun ini masih menunjukkan kinerja positif, kendati di tengah kelebihan pasokan (oversupply) dan menurunnya permintaan.
Performa apik itu memang terlihat dari peningkatan penjualan semen, kinerja pendapatan yang bertumbuh, produksi semen yang meningkat, pangsa pasar yang naik, serta laba bersih yang berhasil meroket tinggi.
Hal ini seperti disampaikan oleh Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk, Daconi saat melakukan presentasi dalam Public Expose Live 2022 yang digelar Bursa Efek Indonesia, Selasa (13/9/2022).
Menurutnya, di tengah penurunan demand semen di wilayah Sumatera, terutama Sumatera bagian selatan (Sumbagsel), pendapatan SMBR masih terkerek 8% menjadi Rp825,50 miliar per akhir semester I-2022 lalu dari sebelumnya di akhir 2021 sebesar Rp763,63 miliar.
Pertumbuhan pendapatan itu didorong oleh perolehan volume penjualan yang mencapai 890.136 ton selama paruh pertama. Atau naik 5% dibanding tahun lalu sebesar 850.484 ton.
Adapaun untuk produksi semen sendiri naik 4% dari 861.334 ton di tahun 2021 menjadi 897.043 ton hingga akhir paruh pertama.
“Jadi, demand semen di Indonesia pada semester I-2022 itu tumbuh 1,2%, sayangnya di Sumbagsel dan Sumatera itu malah tumbuh negative. Untuk Sumatera sendiri turun 1,6% dan Sumbagsel 2,3%. Namun begitu, SMBR berhasil tumbuh market share-nya 3% menjadi 33% (wilayah Sumbagsel) dari di kahir 2021 sebesar 30%,” ujar Daconi.
Naiknya market share ini tak lepas dari adanya strategi dari manajemen SMBR yang juga memperkuat Market Positioning melalui penataan channel penjualan dan perluasan coverage wilayah penjualan melalui platform digital, sehingga volume penjualan mampu tumbuh di tengah penurunan demand.
Secara rinci dia menegaskan, penjualan semen SMBR dari segmen ritel naik hingga 4,9% dan segmen proyek naik 1,9%. Secara komposisi penjualan semen SMBR masih didominasi oleh segmen ritel, dengan perbandingan 87% berasal dari segmen ritel dan 13% sisanya di segmen proyek.
Kinerja positif tersebut ikut mendorong pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan dari sisi laba bersih yang berhasil dikantongi perseroan. Tercatat, laba bersih SMBR berhasil melambung signifikan 495% menjadi Rp15,78 miliar selama semester pertama lalu. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih SMBR hanya mencapai Rp 2,65 miliar.
Sementara untuk total ekuitas masih stabil di posisi Rp3,48 triliun per akir Juni 2022 lalu. Relatif stabil dari tahun sebelumnya di angka Rp3,47 triliun. Kondisi ini tak lepas dari adanya langkah efisiensi biaya di berbagai bidang.
“Langkah-langkahnya cost efisiensi mulai dari produksi dan logistik mode tepat yang digunakan di pasar yang dituju. Serta biaya-biaya supporting lainnya semua kami lakukan demi efisiensi yang berkelanjutan,” pungkas Daconi.
FOTO: Istimewa
