Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (15/09/2022), diperkirakan bergerak menguat.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Menguat.
Bursa AS ditutup menguat pada Rabu (14/9). DJIA +0,1%, diikuti S&P500 0,3%, Nasdaq 0,7%. Pasar mencatatkan rebound tipis setelah turun cukup dalam pada hari sebelumnya, akibat aksi jual besar-besaran yang dipicu data inflasi yang diatas ekspektasi.
Hari ini sejumlah data ekonomi AS dijadwalkan akan rilis, seperti initial jobless claim dan penjualan ritel.
Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung menguat. Minyak WTI +1,3% ke level USD 89/bbl, nikel 0,8% menjadi USD 24.333/ton, batu bara 2,5% ke level USD 439/ton, sedangkan emas -0,3% menjadi USD 1.707/ toz.
Bursa Asia kemarin ditutup melemah. Shanghai -0,8%, diikuti Hang Seng 2,5%, Nikkei 2,8%, dan Kospi 1,6%.
Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 0,6% ke level 7.278, dengan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 38 miliar dan di pasar negosiasi Rp 106 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 174 miliar), BMRI (Rp 110 miliar), dan GOTO (Rp 53 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh TLKM (Rp 112 miliar), BUMI (Rp 98 miliar), dan ASII (Rp 71 miliar). Top leading movers adalah ADMR, AKRA, AMRT dan top lagging movers adalah BMRI, GOTO, TLKM.
Terjadi penambahan 2.799 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 3,8% (recovery rate: 97,1%, kasus aktif: 30.411).
Pagi ini pasar regional dibuka menguat dengan Kospi 0,3% dan Nikkei 0,2%. “Dengan sentimen dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat,” demikian tertulis.
