Jakarta, TopBusiness – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan senilai Rp 250 triliun sejak Januari 2022 hingga saat ini. Angka tersebut mencakup sekitar 25 persen dari total portofolio kredit Bank Mandiri.
Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik menjelaskan, perseroan memiliki strategi khusus untuk pertumbuhan bisnis di sektor keuangan berkelanjutan yang di dalamnya terdapat Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
“Bank Mandiri secara bertahap akan meningkatkan porsi portofolio kredit berkelanjutan dari saat ini 25 persen menjadi 30 persen dalam beberapa tahun,” kata Badruddin dalam Public Expose Live 2022, Kamis (15/9/2022).
Karena itu, lanjut Siddik, seluruh pihak harus mengkaji lebih lanjut mengenai kebijakan apa yang harus diberikan agar industri sektor EBT bisa tumbuh lebih cepat dan peran perbankan dalam mendukung pertumbuhan di sektor industri EBT bisa lebih tinggi lagi.
“Saya kira Bank Mandiri dan industri perbankan lainnya sudah siap dalam mendukung pertumbuhan industri di sektor EBT,” tuturnya.
Langkah tersebut, sambung dia, sebagai bagian dari Kerangka Kerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) atau Environmental, Social, and Government (ESG) Framework dari Bank Mandiri dan industri perbankan. Hal tersebut menjadi bagian dari strategi bisnis perbankan nasional yang lebih diutamakan ke depannya.
Siddik mengatakan untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) tahun 2030 dan Net Zero Emission (NZE) 2060, kebutuhan pembiayaan hijau mencapai USD281 miliar.
Terkait kebutuhan tersebut, Bank Mandiri menargetkan secara konsisten berkontribusi sebesar 21-23 persen terhadap porsi pembiayaan hijau nasional guna mendukung tercapainya target NDC dan NZE Indonesia.
