TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rights Issue Disetujui RUPSLB, PBRX Harap Raih Pernyataan Efektif OJK Akhir Bulan Ini

Busthomi
15 September 2022 | 20:03
rubrik: Capital Market
Rights Issue Disetujui RUPSLB, PBRX Harap Raih Pernyataan Efektif OJK Akhir Bulan Ini

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Emiten garmen papan atas, PT Pan Brothers Tbk (IDX: PBRX) menggelar agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pada hari ini, Kamis (15/9/2022), di Jakarta.

Agenda RUPSLB tersebut adalah antara lain, persetujuan atas peningkatan modal dasar Perseroan melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu IV (HMETD IV) alias rights issue. Selain itu juga ada agenda perubahan Pengurus Perseroan di jajaran Dewan Komisaris.

Untuk agenda tersebut, semuanya disetujui pemegang saham. “RUPSLB ini dalam rangka kita mau HMETD (rights Issue) dan ada perubahan komsiaris. Semuanya itu disetujui,” ujar Fitri Ratnasari Hartono, Direktur PBRX kepada wartawan usai RUPSLB itu.

Dijelaskan Fitri, peningkatan modal dasar perseroan ini dari semula Rp647,5 miliar yang terbagi atas 25,9 miliar lembar saham yang masing-masing bernilai nominal Rp25,00 menjadi sebesar Rp875 miliar atau setara 35 miliarsaham dengan nilai nominal Rp25,- per saham. Pihaknya menargetkan aksi korporasi ini sudah bias berlangsung paling lambat akhir bulan ini.

“Untuk rights issue ini kami masih menunggu persetujuan [pernyataan efektif] OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Target kami, paling lama itu akhir September bisa terlaksana rights issue tersebut. Jadi kita akan mendapat setoran tunai,” harap Fitri.

Adapun, kata dia, aksi korporasi ini bertujuan murni hanya untuk menambah modal. Pasalnya, cerita Fitri, selama pandemic covid-19 selama tiga tahun ini, lembaga perbankan telah menurunkan fasilitas pinjaman perseroan.

“Namun kami kan perlu modal kerja tambahan makanya berharap dari pemegang saham itu bisa tambah modal (melalui rights issue), khususnya untuk modal kerja. Karena ini kita (dengan modal ini) tidak akan investasi tapi hanya untuk pembelian bahan baku, pembiayaan operasional, jadi lebih ke working capital saja,” tegasnya.

BACA JUGA:   Optimis Pasar Properti Membaik, SMRA Yakin bisa Kantongi Rp1,5 Triliun dari Rights Issue

Dengan adanya suntikan modal ini, kata Fitri, dampaknya akan terasa di tahun depan. Kalau kinerja di tahun ini, targetnya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. “Dengan tambah modal ini, sampai akhir tahun ini target masih sama. Baru akan terasa di tahun depan. Karena suntikan modal itu baru akan dipakai tahun depan. Karena tahun ini masih dengan modal kerja yang ada,” cetusnya.

Dalam RUPSLB tersebut, aksi korporasi tadi sepenuhnya diserahkan ke jajaraan direksi. Disebutkan dia, Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.32/POJK.04/2015 jo. No.14/POJK.04/2019 dan Pemberian kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk:

Pertama, menetapkan jumlah saham yang ditawarkan dalam PMHMETD; kedua, menetapkan harga pelaksanaan PMHMETD; ketiga, melakukan segala tindakan untuk pelaksanaan PMHMETD dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan keempat, melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD serta perubahan pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar perseroan sehubungan dengan peningkatan modal tersebut.

Selain disetujuinya aksi korporasi tersebut, RUPSLB juga telah menyetujui perubahan susunan dewan komisaris dengan pengunduran diri Dhanny Cahyadi sebagai Komisaris dan diangkatnya Gita Rusmida Sjahrir sebagai Komisaris Independen.

Sehingga susunan pengurus perseroan usai RUPSLB ini menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

  • Benny Soetrisno sebagai Komisaris Utama yang juga Komisaris Independen
  • Supandi Widi Siswanto sebagai Wakil Komisaris Utama, Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit
  • Gita Rusmida Sjahrir sebagai Komisaris Independen

Susunan Direksi

  • Ludijanto Setijo sebagai Direktur Utama;
  • Anne Patricia Sutanto sebagai Wakil Direktur Utama;
  • Fitri Ratnasari Hartono sebagai Direktur;
  • Jean Pierre Seveke sebagai Direktur;

Sejauh ini, PBX sendiri merupakan salah satu pemain besar di industri garmen. Dengan pasar ekspor yang begitu kuat. Selama ini, Pan Brothers memproduksi untuk merek fashion dan pakaian global terkemuka dan kebanyakan dari mereka adalah merek terkemuka.

BACA JUGA:   Saham dan Waran Citra Nusantara Gemilang tak Diperdagangkan

Antara lain: Uniqlo, Adidas, The North Face, Salomon, Arcteryx, J Crew, Dillard, LL Bean, Macy’s, Orvis, Stella Mc Cartney, Spyder, Mavic, Strellson, Oviesse, Coin SpA, Holy Fashion, Atomic, Kathmandu, Duluth, Indygena, Polo Ralph Lauren, Sterling, Burton, Wilson, Christopher & Banks, Columbia, Hunter, Betabrand, Banana Republic, Joe Brown, Scotch & Soda, Disentis, Black Diamond, Dakine, Armada, G-Star, Woolrich, Jottnar, dan lain-lain.

FOTO: Istimewa

Tags: ojkPBRXPT Pan Brothers Tbkrights issue
Previous Post

Insentif Pengendalian Inflasi Daerah Harus Dibarengi Sanksi

Next Post

Catat! Ini Keunggulan Dua Produk Asuransi Baru dari Prudential

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR