Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (20/09/2022), berpotensi sideways.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa AS semalam ditutup menguat. DJIA +0,64%, S&P500 0,69%, dan Nasdaq 0,76%, setelah sesi perdagangan yang cukup volatil menjelang pertemuan The Fed yang akan dimulai Selasa (20/9). Pasar memperkirakan bank sentral AS itu akan menaikkan suku bunga acuan hingga 75 bps untuk menekan inflasi.
Di samping data suku bunga acuan, investor juga akan memperhatikan rilis data ekonomi building permits dan housing starts.
Dari pasar komoditas, harga Brent sedikit naik 0,7% menjadi USD 91,9/bbl, batu bara cenderung stagnan +0,01%%, emas stagnan 0,0%, CPO turun 0,64% ke RM 3.700/ton, dan nikel +1,5%.
IHSG ditutup naik 0,37% ke level 7.195.5 pada perdagangan Senin (19/9), dengan net buy asing keseluruhan sebesar Rp 109,1 miliar. Di pasar regular, investor asing mencatatkan net sell Rp 29,3 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 138,4 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BMRI (Rp 236,6 miliar), BBRI (Rp 128 miliar), dan BBCA (Rp 76,4 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh PTBA (Rp 62,4 miliar), MDKA (Rp 52,7 miliar), dan UNTR (Rp 43,9 miliar). Top leading movers adalah BBCA, TLKM, dan ASII, sementara GOTO, BUMI, dan BRMS menjadi top lagging movers.
Terjadi penambahan 1.620 kasus baru COVID-19 kemarin, dengan positivity rate sebesar 5,78% (recovery rate: 97,1%, kasus aktif: 26.095).
Nikkei dibuka menguat 0,8% pagi ini, begitu juga Kospi (0,72%). “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini seiring dengan sentimen beragam dari pasar global dan komoditas,” demikian tertulis.
